SERPIHAN TAK TERSISA

SERPIHAN TAK TERSISA

  • WpView
    LECTURES 67
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., févr. 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
WARNING (21+) *** "Saya nggak sanggup lagi, Suster. Saya nggak sanggup." "Tidak, jangan mati, kamu tidak boleh mati. Anakmu masih butuh kamu." "Nasehat Suster seperti yang Ustazah ucapkan." ***** Bahkan saat suaminya sudah menceraikannya, sang ayah pun tidak mengakui anak yang dia lahirkan. Janda miskin itu harus berjuang hidup dengan seorang putra yang sakit-sakitan setelah terjerumus perilaku seksual menyimpang. Penderitaannya pun semakin lengkap ketika menjadi korban pemerkosaan. Bagaimana Berta bisa bertahan hidup setelah terpuruk dan dipandang hina? Bagaimana pula kondisi hati Berta ketika bertemu lagi dengan sang mantan suami? Apakah putranya mampu keluar dari jerat lingkaran nista yang mengikat?
Tous Droits Réservés
#24
innerchild
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Can I have you, Mas
  • Javas Drexzer [END]
  • Anna's Secret [END]
  • Ananda✔️
  • Masa depan yang terulang
  • Bukan Salah Karma [Terbit]
  • The Reason ✔️
  • Xless Marriage

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu