Story cover for Kompas by dekantik
Kompas
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 25, 2024
Mengapa harus ada pilihan?Bukankah akhirnya sama saja. Pilihan hanyalah pemanis dari Tuhan untuk alur hidup ciptaannya. Memaksa memilih yang terbaik yang berakhir menjadi yang terburuk. Hasilnya hanya penyesalan.

Seperti pilihan sederhana ingin coklat atau lollipop,hanya saja lebih kompleks dari itu.

Ibuku bilang, saat dikandungan bayi sudah diberitahu jalan hidupnya, dan memilih untuk mau dilahirkan atau tidak. Lantas mengapa Aku memilih hidup ya? Apakah ada hal istimewa yang dilihatku sehingga memilih untuk menapak dunia? Entahlah.... terlalu membingungkan
All Rights Reserved
Sign up to add Kompas to your library and receive updates
or
#214cengeng
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
ANANTA [COMPLETED] cover
Choose cover
Rahasia Hati cover
Jodoh Pilihan cover
Aku? Kamu? kita? (freshan?)END cover
BALADA CINTA BALADO (End) cover
Senja yang mendung cover
LARA [COMPLETE] ✔ cover
Truth and Choice (END) cover

ANANTA [COMPLETED]

51 parts Complete

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.