Esok Saja

Esok Saja

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 5, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Terkadang impian hanyalah jembatan asa tak bertuan. Manusia terlalu percaya diri esok akan ada waktu serupa. Mirisnya, kepercayaan diri selalu berteduh di rindangnya kemalasan. Lantas, bagaimana bila Tuhan justru menertawakan rencana-rencanamu? Apakah kamu sudah siap dengan segala risiko? Apakah kamu telah memiliki skenario alternatif? Percayalah, waktu terkadang sengaja mempermainkan harapan agar waktu memiliki panggung lalu berkata, "Semua karena waktu." Nyatanya? Sampai kapan pun kau takkan memiliki waktu jika kau tak menciptakannya.
All Rights Reserved
#131
kafe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stranger | Orine
  • Triangle 2
  • UNREQUITED LOVE
  • Almost Remember
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • NOESIS [END]
  • Time with you ( Gitkath)
  • my way || [zeeshel]
  • Kamu Dalam Ingatanku Yang Samar [Hyunjeong]

Saat dua orang pernah begitu dekat, berbagi tawa dan juga cerita, tetapi seiring berjalannya waktu, jarak menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Tanpa disadari, hubungan itu perlahan terkikis oleh kehidupan yang terus berjalan. Keheningan yang canggung saat berpapasan, atau bahkan upaya menghindari satu sama lain, hanyalah konsekuensi alami dari sebuah kedekatan yang tak lagi memiliki tempat. "Berharap ada persimpangan yang kembali mempertemukan kita, bukan suatu yang salah kan?"-Erine. Pada akhirnya, hanya sebuah harapan yang tersisa, berharap pada takdir yang pernah menjauh kan untuk kembali mendekatkan. "Aku berhenti, disaat kamu masih berjalan di arah yang sama" -Oline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines