We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Faceless Boy in My Dream

The Faceless Boy in My Dream

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 1, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Aku bertemu dengan seorang Laki-laki dalam mimpiku dan jatuh cinta kepadanya. Tapi setiap Aku terbangun dari mimpiku, Aku selalu tidak mengingat bagaimana paras wajahnya yang kutemui dalam mimpiku. *** Aku Serhea Amaryllis, Aku bertemu seorang Laki-laki di mimpiku dengan tidak sengaja. Kami berbincang ringan di setiap aku bertemu dengannya di mimpi. Tanpa tahu yang akan terjadi, bahwa perasaanku tumbuh lalu jatuh cinta dengan seorang Laki-laki yang kutemui dalam mimpi. Laki-laki itu bernama Bran, hanya itu yang dia beri tahu kepadaku. Kami sangat sering bertemu didalam mimpi, Tetapi setiap Aku terbangun dalam mimpi, Aku selalu tak mengingat wajahnya dan hanya mengingat namanya saja. Padahal disetiap Aku bermimpi selalu Ku tanamkan dalam benakku untuk mengingat wajahnya, agar saat Aku bangun dari mimpiku bisa langsung menggambarkan detail-detail wajahnya. Tapi sayangnya itu tak pernah terjadi. "Aku berharap, aku bisa bertemu denganmu didunia nyata Bran, agar ku bisa memelukmu dengan nyata bukan hanya sebatas mimpi." Serhea POV.
All Rights Reserved
#42
luciddream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Dreams Come True [END]
  • In My Dreams
  • Sexy Daddy
  • [END] Blind Rainbow
  • My Little Monster - Completed
  • Antara Cinta dan Mimpi [END]
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • 𝐃𝐑𝐄𝐀𝐌𝐈𝐍𝐆 [ REVISI ]
  • Lucid Dream[COMPLETE]✓✓

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines