The Faceless Boy in My Dream

The Faceless Boy in My Dream

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 1, 2024
Aku bertemu dengan seorang Laki-laki dalam mimpiku dan jatuh cinta kepadanya. Tapi setiap Aku terbangun dari mimpiku, Aku selalu tidak mengingat bagaimana paras wajahnya yang kutemui dalam mimpiku. *** Aku Serhea Amaryllis, Aku bertemu seorang Laki-laki di mimpiku dengan tidak sengaja. Kami berbincang ringan di setiap aku bertemu dengannya di mimpi. Tanpa tahu yang akan terjadi, bahwa perasaanku tumbuh lalu jatuh cinta dengan seorang Laki-laki yang kutemui dalam mimpi. Laki-laki itu bernama Bran, hanya itu yang dia beri tahu kepadaku. Kami sangat sering bertemu didalam mimpi, Tetapi setiap Aku terbangun dalam mimpi, Aku selalu tak mengingat wajahnya dan hanya mengingat namanya saja. Padahal disetiap Aku bermimpi selalu Ku tanamkan dalam benakku untuk mengingat wajahnya, agar saat Aku bangun dari mimpiku bisa langsung menggambarkan detail-detail wajahnya. Tapi sayangnya itu tak pernah terjadi. "Aku berharap, aku bisa bertemu denganmu didunia nyata Bran, agar ku bisa memelukmu dengan nyata bukan hanya sebatas mimpi." Serhea POV.
All Rights Reserved
#568
dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Brightest SUN to the Ordinary Road
  • 𝐃𝐑𝐄𝐀𝐌𝐈𝐍𝐆 [ REVISI ]
  • Lucid Dream[COMPLETE]✓✓
  • Retrouvaille
  • Lucid Dream {Terbit}
  • Sun's Romance (Complete)
  • [END] Blind Rainbow
  • Sexy Daddy
  • Seoul Series II : Dream Meet
  • Kuas,Cat dan Cinta

[COMPLETED] Imajinasiku berputar memenuhi pikiran. Membayangkan jika akan ada sekumpulan peri disana dan hinggap di beberapa helai rambutku. Atau ribuan liliput di bawah mejaku yang berbaris membawa permata dan emas? Sekelebat bayangan pun akan sangat indah jika aku mendeskripsikannya nyata. Bahkan jika itu hanyalah semu, aku tahu dia berwujud. Seperti, setelah aku menemukannya.... ◇•◇•◇•◇ "100 hari?" Dia mengangguk. "Apa kau yakin akan memberikanku kesempatan selama itu?" Dia kembali mengangguk. Membuatku menatapnya jengah sebelum aku kembali bertanya satu pertanyaan sama sejak beberapa waktu lalu. Dengan nekat aku menatap netra biru menawannya. Mencari celah disana, hingga satu ungkapan tak dapat kutahan untuk tidak terlontar dari mulutku. "Kenapa kau memilihku?" Dia tersenyum simpul. "Karena kau yang menciptakanku." Dan dengan jawaban yang sama. ©dlvmays/Taneda_Mayu0526

More details
WpActionLinkContent Guidelines