Andini Hermazana dan Zhafif Yuhanda Vanderbilt adalah dua sahabat sejati yang tumbuh bersama sejak kecil. Mereka berbagi tawa, tangis, dan petualangan yang tak terlupakan. Namun, kehidupan memisahkan mereka saat keluarga Zhafif pindah ke kota lain. Waktu dan jarak membuat mereka kehilangan kontak, dan kenangan masa kecil pun perlahan terlupakan.
Beberapa tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di bangku SMA, tepatnya di kelas 12. Andin yang baru pindah ke sekolah Zhafif, tak mengenali Zhafif, begitu pula sebaliknya. Di kelas, Andin merasa tidak suka dengan sikap Zhafif yang terkesan cuek dan misterius. Namun, suatu insiden membuat mereka saling mengenali, dan mereka menyadari bahwa mereka sudah lama mencari satu sama lain.
Namun, saat memasuki tahun terakhir SMA, cobaan hidup datang menghampiri. Mereka harus menghadapi teror yang mulai mengganggu kehidupan mereka. Dalam ketegangan dan ancaman yang semakin besar, Zhafif menyadari bahwa perasaannya terhadap Andin semakin mendalam. Dia bertekad untuk melindungi Andin dari segala bahaya yang mengancamnya.
Sementara itu, Andin mulai merasakan koneksi yang kuat dengan Zhafif. Melalui perjuangan mereka melawan teror yang mengancam, Andin dan Zhafif menemukan kembali arti sejati dari persahabatan, cinta, dan keberanian.
---
╭∩╮╭∩╮╭∩╮
⚠️ CERITA INI MURNI DARI PIKIRAN SAYA, JIKA KALIAN MENEMUKAN SALAH SATU SCENE YANG MIRIP! MOHON DI MAKLUMI, KARENA ALUR INI TENTANG PENERORAN! DAN SAYA MOHON JANGAN MEMPLAGIAT CERITA SAYA. TERIMA KASIH!! SALKEN AKU TIMIRA, PANGGIL SAJA TIMI.
📖 𝗦𝗶𝗻𝗼𝗽𝘀𝗶𝘀
Satu kecelakaan...
Lima sahabat...
Dan sebuah rahasia yang seharusnya terkubur selamanya.
Citra meninggal tragis dalam kecelakaan saat perjalanan sekolah. Semua orang bilang itu murni musibah. Tapi empat sahabat yang ditinggalkannya - Naya, Raka, Maya, dan Dion - tahu kenyataan tidak sesederhana itu.
Empat puluh hari setelah kepergian Citra, akun media sosialnya tiba-tiba aktif kembali. Pesan-pesan misterius mulai masuk ke HP mereka, membongkar rahasia lama yang selama ini mereka pendam. Foto-foto yang tak pernah mereka ambil muncul. Suara-suara dari masa lalu terdengar kembali. Dan yang paling mengerikan: catatan harian Citra ditemukan di dalam loker sekolah - meski sudah dikuburkan bersama jasadnya.
Satu per satu, mereka mulai kehilangan kendali. Rasa bersalah berubah menjadi teror. Persahabatan diuji. Kepercayaan terkikis.
Dan ketika satu dari mereka menghilang tanpa jejak, sisanya harus memilih: menghadapi masa lalu... atau dikubur bersamanya.
"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘪? 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪."
---