Janaka Danapati Indra tidak peduli bagaimana semua orang mendeskripsikan Gianni Adhara Soerja. Persetan dengan kelembutan, keramahan, kesabaran, ketenangan, kecerdasan, atau segala hal baik yang tersemat padanya. Bagi Janaka, wajah cantiknya mampu menggambarkan satu hal, bahwa hidupnya akan selalu disertai kemudahan. Dan itu memuakkan.
Pengalaman hidupnya sudah membuktikan, bahwa dia selalu sial jika berurusan dengan wanita cantik. Terakhir kali, dia bahkan sampai ditendang dari perusahaan hanya karena berkata jujur. Jadi kali ini, dia akan menutup mata, telinga, mulut, dan segala indera yang dia punya, terhadap segala hal yang berhubungan dengan makhluk satu itu.
Namun sepertinya dia lupa, ada satu bagian yang tidak bisa ditutupi, sekuat apapun dia ingin.
Hatinya.
Sabrina sama Naka itu musuh abadi, orang satu kantor juga tau seberapa parah mereka saling membenci. Tapi siapa yang menduga kalau di balik rasa benci itu, Sabrina justru jatuh hati pada Naka?
Di hari terakhir Naka bekerja di Plan B, Sabrina tanpa pikir panjang menyatakan perasaannya. Nasib naas, pernyataan cintanya hanya dibalas satu kata berbunyi, "makasih."
Kesal? Tentu saja. Tapi Sabrina tidak malu-malu amat sebab itu adalah hari terakhirnya bertemu dengan Naka. Hari-harinya kembali berjalan dengan normal hingga enam bulan kemudian, Naka kembali ke Plan B.
Dunia Sabrina pun kembali gonjang-ganjing.