In A Good Way

In A Good Way

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 4, 2024
Terlalu sering Meicca memimpikan Dia. Meicca sendiri pun bingung mengapa- Dia selalu hadir di setiap mimpi dalam tidurnya. Apa hanya kebetulan bunga tidur saja? Atau ada maksud lain dari mimpi nya itu? Tapi kenapa bisa sesering itu- dengan orang yang selalu sama. Haruskah Meicca menyelesaikan apa yang belum selesai di masalalu nya, dengan menemui sosoknya langsung dan mengakhiri yang seharusnya telah usai dan mengucapkan kata yang belum sempat terucap dari dulu diantara mereka. Atau Meicca biarkan saja dan tetap melanjutkan hidup seperti biasa walau terbayangi dengan mimpi-mimpi itu? Let's find out how the ending of this unfinished story is like. ~ el amor de jóvenes
All Rights Reserved
#3
comfy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You, Hope, and Memories
  • LOVE, LIFE AND LIES [COMPLETE]
  • [END] When the Stars are Tired
  • Embun di Ujung Semanggi
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • JEVIN AERA

~Sakura Minami~ Aku mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Mungkin dia adalah jodohku, karena Tuhan mempertemukan kembali diriku dengannya . Tapi, dia seperti angin. Dia yang selalu ada di dekatku, tapi takkan pernah bisa ku gapai. Lalu aku bertemu dengannya. Dan pertanyaan muncul di benakku: jika dia memang jodohku, mengapa aku menggapai orang lain? ‬‪~Kenan Voresta~ Dia segalanya di hidupku. Ini bukan lirik lagu yang dia sukai, atau larik puisi yang ku kutip dari novel miliknya. Ini arti dirinya bagiku, dari dulu hingga nanti. Dan dia baru mengetahuinya, ketika dirinya dipelukan yang lain. Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan yang dicinta? ‬ ‪~Brian Voresta~ Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya, meskipun pada akhirnya, Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kami. Dia adalah pewarna di hitam putih hidupku. Dan ku rasa, aku tak akan pernah menemukan penggantinya, karena separo jiwaku, ikut terbawa seiring dengan kepergiannya.‬

More details
WpActionLinkContent Guidelines