ERRORES.

ERRORES.

  • WpView
    Membaca 36
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 27, 2024
"Maaf", satu kata yang terus dilontarkan Deon pada berbagai kesalahan yang terus ia lakukan. Menurut Darlene, jika seseorang terus-menerus melakukan kesalahan yang sama, itu bukan kesalahan lagi, melainkan sebuah kebiasaan. ✩✩✩ Deon dan Darlene, sepasang remaja dengan dua paras menawan yang menjalin hubungan romansa sejak di bangku sekolah. Keduanya saling mencintai, terutama Deon, si cowok bucin. Bagi Deon, Darlene adalah dunianya dan 'rumah' untuk berpulang. Bahkan setiap malam, Deon tidak bisa tidur tanpa mendengar suara Darlene dan mengucapkan "i love you" terlebih dahulu. Begitu juga dengan Darlene. Darlene memang bahagia mencintai Deon yang begitu tulus menyayanginya, terlebih lagi dengan fakta bahwa Deon memiliki wajah yang tampan, otak yang encer, juga sifat humorisnya yang selalu membuat Darlene tertawa. Namun, tidak dengan kesalahan-kesalahan Deon yang terus diulang. ✩✩✩ "Pilihannya cuman dua, kamu yang jadi baik, atau aku yang harus ikutin sifat jelek kamu" - Darlene Greysie
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BarraKilla
  • Tentang Kita (ON GOING)
  • AKSELIO NALENDRA
  • Aksa-Dara [SELESAI]
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • My cool badboy [LENGKAP]
  • REGRET

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan