Your
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 22, 2024
Arista mengalihkan pandangan ke arah sampingnya tepat Ravael berada "El, Gaga gak datang?" "Gaga lagi belajar ta" jawab ravael tanpa menoleh, ia fokus menatap langit malam 'Lagi?' Haaa Arista menghelah nafasnya, ini jawaban yang sering dia dengar tentang keberadaan pacarnya itu 'lagi belajar' 'nanti selesai belajarnya Gaga akan datang" _Bulshit_ Nyatanya pacarnya itu gak pernah datang sama sekali Gadis itu tersenyum hambar, air bening mulai mengalir dari kedua kelopak matanya"bohong, Gaga gak akan datang kan" Ravael sontak menatap kearah samping, dia mengeluarkan sapu tangan dari kantong celananya untuk diberikan pada Arista "Maaf" hanya itu yang bisa diucapkanya. Arista mengambil sapu tangan itu, lalu mengusapkan kewajahnya "kamu gak salah El, aku yang seharusnya gak berharap" Hanya keheningan yang terjadi, mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing. "Kita masuk yah ta, dingin" ajak ravael yang dijawab anggukan dari Arista. Tanpa mereka sadari ada seorang cowok yang dari tadi memperhatikan mereka. "Maaf Arista"
All Rights Reserved
#1
tumorotak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • RAFKA [REVISI]
  • ME AND MY HUSBAND (Let's Get Married)
  • LALA
  • Diantara Kalian
  • Elvina [COMPLETED]
  • RION IS MY MANTAN!
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Rannia√

Asya Amarra seorang anak SMA dari status orang tua terkaya no. 4, semua iri dengan kehidupannya? Berprestasi, kebanggaan sekolah, ketua OSIS teladan, termasuk no 1 murid terpintar di sekolah, harapan orang tua anak anak lain? Tapi Asya menyangkal kehidupan nya itu. Yang teman temannya lihat adalah luar nya saja, bahkan kenyataannya tidak ada teman temannya yang mau berkunjung ke rumahnya. Walau pun itu untuk mengerjakan tugas kelompok! Yang berani masuk ke rumah nya hanyalah Raka, Kenzo dan Dean. Teman temannya yang lain hanya bisa menemui Asya di sekolah saja atau ada tiket khusus yang dapat mengajak nya keluar rumah. Hanya teman tema yang dia kenal dari Raka, yang bisa bermain sampai keluar kota dengan nya? *** "Asya, ke Tanggerang yuk" - Arvan "Asya, go lompat ke sini!!" - Darrel "Asya, mau ikut balapan?" - Taufan "Kalian mau ajak gua kemana lagi?" "Kok bisa sampai ga ketahuan papa?" "Kalian jalur dukun ya?" Asya hanya merasa menjadi manusia jiga bersama teman temannya, teman teman yang sering memujinya tanpa tahu kehidupan dibelakang nya. "ASYA!!!!" " NILAI KAMU CUMA INI!!?" "INI!!?" seseorang yang duduk di depan nya melemparkan 2 lembar kertas yang berisikan tanda tangan kepala sekolah SMA negeri itu ke wajah Asya. Asya menatap sinis ke arah seseorang yang di depannya itu. lalu, mengambil kembali kertas rapor nya yang terjatuh di lantai lalu menyobek nya. "Rata rata nya 99 loh?" Ucap asya sambil tersenyum "Papa buta ya?" "Sampai g bisa lihat nilai Asya yang paling tinggi di satu sekolah?" Anak itu berusaha menyombongkan nilainya yang tinggi walau di bandingkan dengan 10 sekolah besar dalam daftar semua universitas menyediakan berbagai macam beasiswa untuknya Di balik semua itu dia menyembunyikan sesuatu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines