TRISANDYA (REVISI)

TRISANDYA (REVISI)

  • WpView
    LECTURES 7,114
  • WpVote
    Votes 315
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Premier Amour
Lycée / École secondaire
Tranche de Vie
"Sialnya aku hidup di tempat yang tidak seharusnya aku singgah, dunia terlalu kejam untukku." "Tuhan aku menyerah, bawalah jiwa yang hancur lebur ini." Di sudut kota Semarang yang pengap oleh persaingan hidup yang keras, tersimpan sebuah kisah yang tak pernah dibicarakan dan berdiri sebagai bayangan yang layu. Nayanika Anindya Pradipta-Gadis lugu itu seharusnya menikmati masa-masa SMA nya namun, orang lain termasuk teman-teman sekelasnya memandangnya sebagai anak memiliki pribadi yang buruk dan lemah dalam bersosialisasi. Dia tertarik terhadap dunia seni tari. Naya adalah permata-kecintaannya pada seni tari mengantarkan Naya menjadi siswa mengukir prestasi gemilang bagi nama baik sekolahnya. Tapi segala pencapaian Naya selalu disambut remeh oleh sang ibu tiri. Prestasinya hanya dianggap sampah dan bakat rendahan. Apa hebatnya jadi penari? Di saat anak remaja lain selalu didukung dan disayang oleh ibunya, bagi Naya kasih sayang ibu adalah sesuatu yang tak pernah terbeli. Saat orang tuanya bertengkar, Naya sebagai anak sulung, hanya bisa mendekap erat raga lemah adiknya yang berusia tiga belas tahun masih duduk kelas tujuh SMP, mencoba menyumbat telinga sang adik agar pertengkaran ini tidak merusak masa kecilnya. "Kak, kapan mereka berhenti teriak?" "Nggak lama lagi, Ayla." Air mata Naya jatuh tanpa permisi dan jatuh ke kepala adiknya yang dipeluk. Tetapi ia harus kuat di depan adiknya. Di sekolah, Alana-dia menganggap Naya adalah barang yang boleh ia rusak, injak, dan siksa demi kepuasan akan dendam yang tersimpan di lubuk hatinya. Naya membawa semua luka itu sendiri. Tidak ada tangan yang mengulur. Tidak ada bahu yang menawarkan untuk bersandar. Tapi mengapa? Padahal ia memiliki pribadi yang sangat baik, kalem, dan lembut. Apakah itu terlalu sampai dunia menghakiminya? [Maaf jika masih ada typo bertebaran, karena masih belum selesai dan masih tahap revisi] Start: 27-02-2024✓ Finish: ? --
Tous Droits Réservés
#69
issues
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Benalu [Terbit]
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • DENNIES
  • Aldeva
  • Waktu?
  • Anya
  • PANGERAN PERMEN KARET (COMPLETED)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • A Fractured Soul

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu