UNDECIDED

UNDECIDED

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2024
"ngapain di liatin terus?", abi datang dan merangkul pundak Naren. Naren, laki laki itu sedang melihat gadis cantik yang sedang berjalan di koridor sekolah. seorang gadis dengan tatapan mata sendu, senyum manis dan mata bulan sabit yang dia rindukan, namun kini sudah bersama seseorang. "kapan Lo lupain dia, ren?. udah dua taun dan Lo masih berharap dia balik lagi?". "gatau bi, mau gimanapun caranya, yang namanya rasa sayang sama seseorang itu bakal susah hilangnya", lalu naren berjalan ke kelas nya. "ikhlasin aja ren, tuhan ga akan ngasih dia kembali kalo emang bukan Lo orang nya. Mencintai dengan sempurna yaitu dengan mengikhlaskan dia bersama pilihannya". "udah ya? belajar lepasin dia". lanjut abi menyusul naren "gabisa bi, sorry " naren memberhentikan langkahnya "Lo cuma butuh waktu ren, tapi apakah dua tahun itu ga cukup buat Lo nutup semua tentang dia?" "gimana gue bisa nutup semua tentang seseorang yang udah banyak memberi kenangan bi?" Laki laki itu pergi meninggalkan teman nya.
All Rights Reserved
#492
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • "Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • FALLING IN LOVE
  • CINTA ANGKASA
  • L0VE BEHIND SILENCE: Chiara World [revisi]
  • Rannia√
  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • REBUTAN JADI SEME⛔ (TAMAT MEKS)
  • TUBUH GADIS NERD [END]

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines