Philos for You

Philos for You

  • WpView
    Leituras 94,188
  • WpVote
    Votos 6,409
  • WpPart
    Capítulos 77
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 16, 2024
Saat senja bermuara di ujung dermaga, rembulan menyapa dengan hangatnya dan gelombang air laut riuh memecah hening. Terbitlah sebuah rasa hinggap bagai cahaya, rasa yang ku sebut cinta dan itu untuk mu. Philos for You
Todos os Direitos Reservados
#1
nabilataqiyyah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • G.R.A.C.E.L.L.A
  • Senja Dan Rindu
  • Nadi Akhir Luka
  • Kesempatan
  • Love In Scout (Salma-Rony)
  • "Opacarophile" (Bagian 1)
  • One Shoot SR
  • CINTA PERTAMA
  • CINTA TERLARANG CINTA TERINDAH

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo