Philos for You

Philos for You

  • WpView
    GELESEN 92,620
  • WpVote
    Stimmen 6,403
  • WpPart
    Teile 77
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juni 16, 2024
Saat senja bermuara di ujung dermaga, rembulan menyapa dengan hangatnya dan gelombang air laut riuh memecah hening. Terbitlah sebuah rasa hinggap bagai cahaya, rasa yang ku sebut cinta dan itu untuk mu. Philos for You
Alle Rechte vorbehalten
#167
nabilataqiyyah
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Nadi Akhir Luka
  • Imperfect Love Story
  • Garis yang Menyatu
  • "Opacarophile" (Bagian 1)
  • Alur SEMESTA || end
  • CINTA TERLARANG CINTA TERINDAH
  • Ruang Melodi
  • Umbrella and Rain
  • ILALANG
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

"Perihal rindu yang tidak berakhir dengan pertemuan dan kepulangan. Cukup dengan sebatas rasa yang dipandu agar tidak menyalahi aturan." -Ini antara KITA, RASA, dan Aturan-Nya.- *** "The sunset is beautiful isn't it?" gumam Senja pelan. "Hu'um. Sunset memang indah, tapi Bukan dengan perpisahan. Aku terima keputusan kamu untuk kita menikmati kata the sunset is beautiful isn't it sampai kita bisa merangkai kata selanjutnya," sahut Askara mengangguk setuju. "Kata selanjutnya? Maksudnya?" tanya Senja bingung. "Iya, sampai kata the sunset is beautiful isn't it berubah jadi the moon and sunrise is beautiful isn't it," jawab Askara. penuh keyakinan. "Kamu yakin kalau bakal tercipta itu di antara kita?" "Harus yakin. Hal pasti aku akan terus berusaha. Mulai sekarang akubakal berusaha kerja keras untuk persiapan finansial, kontrol diri untuk persiapan mental, dan kontrol ibadah untuk persiapan agama supaya aku bisa ngerayu Allah untuk ini. Sampai ketemu di titik terbaik menurut takdir Aruna Senja Darmawangsa. Semoga kita bertemu lagi dengan versi terbaik masing-masing, supaya kita saling merasa beruntung nantinya. Ana uhibbuki fillah," jelas Askara menghembuskan napas kasar. "Selamat berkelana, Tuan. Semoga takdirmu dan takdirku bisa menyatu secara sempurna. Ana uhibbuka fillah wakafa billahi syahida."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien