Terpikat

Terpikat

  • WpView
    Reads 11,532
  • WpVote
    Votes 1,860
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir memang suka sekali bercanda. Setelah beberapa tahun lamanya, siapa sangka aku akan dipertemukan lagi dengan sosok pria yang berhasil mengisi pusat perhatianku saat pertama kali bertemu. Aku pikir itu hanya cinta monyet biasa meski sesekali aku masih suka mengingat wajah tampannya. Tapi setelah bertahun-tahun berlalu, samar-samar aku sudah tak lagi ingat dengan jelas bagaimana rupa pria itu selain mata tajamnya yang selalu membuat tanganku gemetaran. Tapi ternyata cinta pandangan pertama itu nyatanya ada. Buktinya sampai sekarang aku masih ingat dengan jelas nama dan suara berat penuh hasrat itu. "Mau menjadi asistenku?" "Ya?" Duniaku mulai tak karuan ketika dengan tak tahu malu aku mengiyakan tawarannya setelah insiden tragis yang tak sengaja terjadi dengannya. Tapi aku tetap tak bisa menolak, pesonanya sudah menusuk dan memikatku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERJERAT CINTA TUAN POSESIF (TAMAT)
  • The Big Boss [Selesai]
  • Just The Person I Loved Before (Tersedia Di Toko Buku)
  • Lucid Dream, With Bos! [End]
  • Kamu & Kenangan
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • 2nd Bite of The Cherry
  • Jendela
  • My Sweetest Popcorn
  • Hilang dan Pulang

"Dengar sayang, ini mobilnya teman aku. Tadi dia jemput aku di bandara. Setelah itu aku pinjam mobilnya, buat ketemu kamu," "Memangnya temannya kamu percaya gitu aja," ucap Dian. Alis Liam terangkat satu, "percayalah, aku kan sahabatnya," "Aku enggak yakin, bahwa teman kamu sampe berani, minjamin mobil ini secara cuma-cuma," dengus Dian. "Kenapa mesti enggak yakin," "Ya, mana ada yang percaya, kamu aja sudah mirip bos nya para berandal," "Kok enggak sopan ngomongnya," "Ya emang seperti itu kenyataanya," "Sekali lagi kamu ngomong kayak gitu. Aku enggak segan-segan cium kamu loh sayang," Dian lalu bergegas masuk ke dalam mobil, dan duduk mengikuti perintah. Gila aja, si babon itu mau cium dirinya di tepi jalan seperti ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines