Luka Yang Tak kunjung Membaik

Luka Yang Tak kunjung Membaik

  • WpView
    Reads 1,033
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
Tentang anak laki-laki yang dipaksa menebus dosa dan Karma keluargamya sendiri. Menceritakan tentang seorang anak laki laki dengan 2 kehidupan yang dia jalani sendirian. 1 raga, 2 jiwa, yang berdiri dikakinya sendiri, menjalani takdir yang seolah-olah selalu memaksa dirinya untuk kalah. "Kalian pikir dosa dan kesalahan kalian di masa lalu sudah tuntas dengan membuang saya? Tapi kalian salah besar, justru karma kalian baru saja dimulai, bahkan akan diputar dengan versi jauh lebih mengerikan. Manggala, itu keluarga pembawa malapetaka, mustahil jika ingin menciptakan keturunan yang sehat." "Ma,badan arthur sakit semua, ma. arthur mau dipeluk, yang lama." "ANAK AKU MASIH HIDUP BRAYN!, dia masih hidup hiks putra ku masih hidup brayn dia masih hidup..." "putra kita sudah meninggal nara. mustahil anak sekecil itu, selamat dari kejadian semengerikan itu, nara. mustahil," "mama, bunda anakmu masih hidup,maafkan anakmu ini yang terlalu rapuh sampai melupakan sosok ibu seperti kalian." "kamu satu-satunya alasan aku hidup sya, please don't leave me,sya." "In another life,sya?"
All Rights Reserved
#2
angsat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fixing the Broken ✓
  • Memorable
  • Semesta untuk sean
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Home?
  • 不忘 - Can't Forget (QiXin - WenXuan - WenXin) [END]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Different [END]
  • 2 AYDEN ✓

Kamu adalah Samudra. Yang tenangnya adalah tipuan. Menutupi segala gemuruh lara di dalam sana. Mereka bilang, menatapmu hanya akan membawa kembali perih yang memang tak pernah hilang. Hadirmu tak di inginkan. Namun, hilangmu menjadi luka yang tak terjabarkan. Sebagaimana samudra yang sebenarnya tetap bertahan tanpa ada yang mengerti dirinya. Samudra juga berharap, dirinya pun begitu. "Jadi kapan gue bakal di maafin?" "Nggak tahu, mungkin besok." Tapi gimana, gimana kalau waktu 'besok' yang lo maksud itu dateng. Justru gue yang udah hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines