Sudahlah, akhirnya semua berakhir seperti ini.
Ironisnya, Laut Biru yang ceria dan teladan berakhir tragis. Ironisnya, Laut sang 'Pelajar Terbaik' berakhir ditempat yang memalukan. Ironisnya, Laut tak ada harapan. Tak lagi ada harapan. Mimpi, kembalikan mimpi-mimpinya. Masa muda, tolong kembalikan semuanya. Keluarga, Galih dan Nadhiva, semuanya. Tolong.
Laut Biru Andala, kini tenggelam dalam dirinya sendiri.
"Pada akhirnya, semuanya hilang. Tenggelam di laut dalam, tergerus ombak yang tenang, dihancurkan oleh tekanan yang besar, memang apa yang menyenangkan dari laut? makna apa yang beralas? jika didalamnya dipenuhi misteri dan tekanan yang menyiksa. Aku berharap, semua teman-temanku bahagia. Seperti angin segar dimusim kemarau, aku bisa mendapatkan sehabat yang terbaik seperti Galih, Nadhiva, Lily dan yang lainnya.
Tak perlu khawatir, kepergianku tak lebih dari seperti seorang penulis yang menuliskan tanda titik pada akhir kalimat sajaknya. Selamat tinggal, Dikara Ali, Ibu, dan semuanya."
All Rights Reserved