Rumah Kedua

Rumah Kedua

  • WpView
    LECTURI 571
  • WpVote
    Voturi 366
  • WpPart
    Capitole 19
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare dum, apr 28, 2024
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Berdiri di antara reruntuhan masa lalu yang menghantuinya. Rose berjuang keras untuk membangun rumah keduanya bersama Reno, sosok yang menjadi pusat kehidupannya. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan yang tidak lagi sehat telah membuatnya merasa terhimpit, antara keinginan untuk mengakhiri semuanya dan cinta yang begitu dalam terhadap Reno. Ini adalah perasaan yang melampaui kata-kata, yang tak bisa dimengerti oleh siapapun selain Rose. Di saat nyawanya sendiri menjadi taruhannya, Rose memilih untuk bertahan, bahkan di titik terendahnya. Dalam perjalanan ini, dia menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dia 'rapikan' kembali, tidak hanya dalam rumahnya, tetapi juga dalam dirinya sendiri. "Keluar dari penderitaan tidak bisa hanya dengan satu tangan. Kamu akan kelelahan, dan akhirnya menyerah." - Rose Calantha. [ On going ]
Toate drepturile rezervate
#153
alone
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut