The Ocean

The Ocean

  • WpView
    OKUNANLAR 6
  • WpVote
    Oylar 2
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Nis 27, 2024
Aku berjalan di tepi pantai dengan kaki ku yang kubiarkan menyentuh pasir pantai, deru angin malam tepi pantai kali ini, terasa sangat memanjakan tubuh ini. Air laut yang perlahan menyapu kaki ku kubiarkan begitu saja, ku tatap langit malam hari ini. "Cantik." begitu ucap ku untuk menggambarkan apa yang kulihat saat ini. mungkin jika dia ada disini, dia akan mengoceh akan keindahan pantai dan langit malam ini. Dia selalu menyukai Langit malam yang gemerlap dan terpantul oleh air laut. ah... lagi-lagi aku memikirkan dia, kira-kira sudah berapa tahun aku tidak bertemu dengan nya ya? "Rie..kita akan kemana sekarang?" lamunanku buyar saat spirit kecil terbang disamping ku, spirit ini adalah bukti hasil jerih payahku dalam perjalanan ku yang sangat panjang dan melelahkan. Aku tersenyum, aku akan segera pulang ke rumah dan aku akan segera memamerkan nya padanya, dia pasti akan iri. "kita akan pulang kerumah, leanna" ucap ku lalu tersenyum kembali sambil mengingat wajah nya. "hee?? pulang? ke rumah? Rie, jangan bilang ingatan mu terganggu!" "apa? aku baik-baik saja" "INI SUDAH LEWAT 800 TAHUN SEMENJAK KEMATIAN NYA" ah...aku melupakan fakta itu lagi fakta bahwa kamu sudah pergi meninggal kan ku. bisakah kita bertemu kembali? Airu. temanku, dan cinta pertamaku.
Tüm hakları saklıdır
#13
rie
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Summer we Meet
  • IF YOU
  • Sekali Lagi (End)
  • DikaRanggi
  • Rendra & Lila [END]
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi