We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Vanilla

Vanilla

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 1, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Dalam jangkauan Nathan dan pengaruh alkohol sialan ini dia tidak bisa melakukan apapun selain menikmati setiap hal yang dilakukan pria didepannya. Dia tidak ingin bercinta dengan sahabatnya sendiri, itu rule-nya. Tapi malam ini sepertinya mustahil, karena cowok didepannya ini sangat menyebalkan. Nathan dan apa yang dilakukannya adalah dua hal yang kontradiktif. Sama seperti saat pria ini mengatakan akan bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan, itu juga tidak sepenuhnya benar. Apa-apaan dia sok jagoan begitu? Memang apa sih yang sudah dia lakukan? Yah, baginya Nathan adalah pembohong besar. Setiap kata yang keluar dari mulutnya tidak bisa dipercaya, dan setiap hal yang dia lakukan juga tidak pernah tulus. Sama seperti hari itu. "Ini semua salahku Ma, dan aku yang akan tanggung jawab." Belum selesai dibuat heran dengan pernyataan tidak masuk akal pria ini didepan Mamanya, Nathan mengajaknya pindah ke Kalimantan. Dan sebagai sahabat yang budiman, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Karena sebenarnya dia juga butuh tempat untuk 'sembunyi' dari seseorang. Dia juga tidak berminat terlibat dengan urusan asmara pria ini, baginya cinta itu omong kosong. Sama seperti bualan teman-teman prianya. Dirinya hanya ingin bersenang-senang tanpa menggunakan hati. "Help me Van, plis" serunya pelan tepat di dekat telinga. "Sure, i'll help you darling." ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Only You
  • Love Different Religion (On Revision)
  • Bucin Ala Al [END]
  • LOVE IN MENTAL DISORDER [ ENDING ]
  • MENDEKAP RINDU
  • Say My Name
  • Moments to Remember
  • NATHAN
  • Ruang Tanpa Suara
Only You

Pertemuan awal Nathan dan Queen, Nathan hanya mengangap Queen tidak lebih dari sebuah taruhan. Tapi bagaimana jika yang awalnya hanyalah sebuah taruhan berubah menjadi cinta. Masa lalu yang kelam yang dialami Nathan, membuat dia sudah tidak mempercayai yang namanya cinta, semua perempuan menurutnya hanya pantas dijadikan permainan semata. Tapi semuanya terasa berbeda saat dia mendekati Queen, perempuan yang awalnya hanya akan dia jadikan taruhan saja, ternyata Queen bisa mencairkan hatinya yang dulu membeku. Tapi bagaimana jika semua terbongkar, dan Queen mengetahui niat awal Nathan sebenarnya, akankah hubungan Nathan dan Queen bertahan?? "Aku bisa jelasin Queen, ini nggak seperti ya-" Ucap Nathan terpotong Queen menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah mengalir di kedua matanya "Kakak bohong sama Queen, kakak bilang kakak nggak akan bohong lagi.. Queen b-benci sama kakak.." Kata Queen sambil menatap Nathan dengan tatapan kecewanya "Nggak, nggak kamu nggak boleh ngomong gitu, NGGAK!! maafin aku, aku nggak bermaksud kayak gitu, please kasih aku satu kesempatan, dengerin penjelasan aku, sayang" kata Nathan dengan tatapan sendunya "Kenapa harus Queen?, kenapa harus Queen yang kakak jadiin taruhan, Queen pernah buat salah sama kakak.. iya? kalau emang kakak cuma anggap sedari awal Queen cuma bahan taruhan kalian, kenapa kakak perlakuin Queen seakan-akan Queen spesial, istimewa.. kenapa?" tanya Queen lirih Nathan memeluk Queen dengan erat "Maafin aku, maafin aku, kamu emang spesial buat aku.. kamu istimewa, maafin aku, aku sayang banget sama kamu" bisik Nathan lirih

More details
WpActionLinkContent Guidelines