[DIBERHENTIKAN]

[DIBERHENTIKAN]

  • WpView
    GELESEN 236
  • WpVote
    Stimmen 29
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juni 2, 2024
"Dasar brengsek!" bentak Shinee dan menampar pipi Latnour dengan cukup kuat. Geyral, Neo, Roscy, Olfi, Ciyya, Nelly yang melihat Shinee yang sungguh kece dan badass itu hanya tercengang. Latnour menahan amarahnya, ia mengelap darah yang sedikit keluar dari ujung bibir bawahnya. Raila mendorong tubuh Shinee dan membuat Shinee jatuh dari balkon Coffe Kasye yang cukup tinggi itu. "BANGSAT LO ANJING!" Latnour mengumpat dan langsung berlari menuju kebawah. "Dasar ga tau malu lo! Bangsat lo!" bentak Ciyya mengikuti Latnour juga. Olfi juga ikut pergi disitu. Raila ingin melarikan diri tapi ditahan oleh Nelly dan menariknya sampai tersungkur. "Apa apaan kamu?! Neo, Geyral, Rocsy tolong.." ucap Raila dengan di lembut-lembutkan. Neo, Geyral, Rocsy tak mendengarnya langsung pergi kearah Shinee yang terjatuh tadi. Sebelum Roscy keluar ia membisikkan sesuatu di tepat telinga Raila, "Lo akan menanggung semua dipenjara.." Ucapnya menekan diakhir kalimatnya. "Jadi.. kamu lanur yang cebol itu?!" ucap Shinee dengan menahan tawa. "Gue ga cebol!" ucap Latnour langsung mengangkat tubuh Shinee dan melemparnya ke ranjang, tangannya berada dibelakang tempurung kepala Shinee agar tak sakit. "Aakh! Latnour kamu mau jadi duda ganteng?!" kata Shinee dengan menatap wajah Latnour tajam dan melilitkan tangannya ke-leher Latnour. Latnour hanya terkekeh dan langsung membuka bajunya lalu melemparnya sembarangan. "Kalau sakit lo bisa cakar punggung gue, sayang." ujar Latnour mengecup seluruh wajah Shinee. Shinee hanya pasrah dan berdoa agar besok masih bisa tetap jalan. Bagaimana kisah selanjutnya? Tungguin terus yaa! JANGAN MENGCOPPY YA! INI MURNI DARI PIKIRAN SENDIRI. Jika ada kesalahan bisa dimaklumi karena baru pertama bikin cerita. THANKS FOR VOTING💗
Alle Rechte vorbehalten
#24
or
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • (BL) Baby You Don't Know ME [Narusasu]
  • Destiny [COMPLETED]
  • Another Life
  • Felicity [On Going]
  • Amor Eterno
  • Zenna Story
  • I LOVE YOU✔
  • my possessive family
  • Langit Yang Merenggut Cinta

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien