Perahu tanpa Nahkoda

Perahu tanpa Nahkoda

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 2, 2024
Tidak ada perahu tanpa Nahkoda. Jika ada, maka perahu itu akan hilang arah. Perahu yang mengangkut banyak penumpang itu akan mudah terguncang oleh derasnya arus air dan besarnya ombak. Seorang nahkoda tidak hanya memandu perahu menuju tujuannya dengan aman, tetapi juga memberikan rasa kepercayaan dan ketenangan kepada penumpangnya di tengah badai. Seperti itulah pentingnya seorang nahkoda dalam perjalanan laut yang penuh tantangan. Lalu bagaimana jadinya jika seseorang terjebak di dalam hubungan sakral yang tidak pernah menjadi impian siapapun? Lalu bagaimana jadinya jika seorang pria yang seharusnya mengendalikan perahu agar tetap pada jalannya dan stabil, justru menjadi sebab kehancuran para penumpang itu sendiri? Arumi merasa seperti penumpang yang tidak memiliki kendali atas arah yang diambil oleh nahkoda yang seharusnya menuntun mereka. Jika "nahkoda" hubungan, yang seharusnya memberikan rasa aman dan arahan, malah menjadi penyebab kehancuran dan kekacauan, itu bisa sangat mengganggu dan menyakitkan. Bagaimana akhirnya? Apakah menyerah dengan segala keadaan adalah solusi?
All Rights Reserved
#565
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Bersama Allah
  • Takdir Cinta Hanafa
  • ARSHAWA [END]
  • Pelakor?
  • Diary Nuwa
  • Cinta tak keliru (END)
  • Elegi Kecemburuan (ON GOING)
  • Holding On
  • Jalur Langit
  • Iqlab ✓

Menceritakan tentang POLIGAMI. Sepasang kekasih yang sudah menikah selama tiga tahun tapi belum memiliki ke turunan. padahal mereka sudah berusaha. tapi... mungkin Allah belum mempercayai mereka dalam hal tersebut. Setahun setelahnya sang istri mengalami sakit parah, yang menyebabkan keluarga kecil itu tak bisa memiliki keturunan. Tak akan ada tangis bayi di rumah mereka. Tak ada bukti cinta yang nyata antar mereka. Tak ada yang akan tidur di sela-sela mereka. Tak akan ada yang membuat mereka tertawa dan tersenyum. Tak ada malaikat di rumah mereka. Semua itu tak akan ada... Sampai kapan semua nya akan berakhir. kanker rahim. sebuah penyakit yang tak mudah untuk di musnahkan. bahkan sang suami yang berprofesi sebagai seorang dokter umum pun tak bisa berbuat apa-apa selain meminta dan berdoa pada sang maha kuasa. Allah SWT. Terlebih lagi dengan sang mertua yang masih saja keukeuh ingin menimang bayi dari mereka. Akan kaj semuanya berjalan dengan baik? akan kah rumah tangga mereka terpecah belah dengan adanya pernyataan tersebut?... HIJRAH CINTA KU... "seharusnya kamu dengar apa kata ibu kamu. menikah lah lagi mas? aku mohon! aku juga ingin melihat ada tangis bayi di rumah kita, walau pun bukan aku yang melahirkannya mas!" wanita itu kian terisak oleh keadaan. keadaan macam apa ini? kenapa dia sama sekali tak mendapatkan keadilan dalam hal ini? di saat semua orang bisa memiliki keturunan dengan mudahnya, mengapa ia tidak?

More details
WpActionLinkContent Guidelines