We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
YOU AND ME

YOU AND ME

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 2, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sebelumnya annyeong temen" aku buat cerita ini hanya untuk menuangkan kehaluan saya sebagai Kpopers mohon untuk support dan dikoreksi bila ada yang salah atau kurang pantas sebut saja dia Airin mahasiswi fakultas seni di universitas Korea.Dia terlahir di keluarga yang kaya raya ,ayah Airin seorang pemilik salah satu perusahaan terbesar disana , ibunya pun seorang dokter bedah terkenal hingga suatu insiden tak terduga menimpa. Ditepi sungai Han Airin melukis senja yang dilihat nya bersama sahabat nya jungwon malam hujan deras angin bertiup kencang Airin terbangun dari mimpi buruk nya dan berlari keluar rumah,ia pergi ke rumah berpagar coklat tinggi sambil terus menekan tombol disampingnya. Setelah itu jangan lupa baca kelanjutannya 😁😁😁 selamat membaca 🤗🤗🤗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • 。⁠:゚your wish came true, brother ゚⁠:⁠。 (SOL4CE X READER) [END]
  • You Like Me? | Kim Wooseok
  • 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 : 𝐒𝐨𝐥.𝟒𝐜𝐞 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • Your Felling And Falling | 너의 사랑
  • CEYRON ALLISTAIR
  • kiara's dream
  • Baby Anyon!?

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines