Rumah?
  • WpView
    Leituras 27,820
  • WpVote
    Votos 1,454
  • WpPart
    Capítulos 31
WpMetadataReadConcluída seg, jun 10, 2024
WpInfo
Fanfic
TREASURE
❛❛Mas Hadi, kita sebenarnya punya rumah nggak sih?❜❜ ❛❛Mas juga nggak tahu kita punya rumah atau tidak.❜❜ Juana selalu berharap dianggap ada sekaligus disayangi sebagaimana kedua saudaranya rasakan. Kasih sayang dari Bunda, kasih sayang dari Ayah, itu yang hanya Juana inginkan. Tidak kurang dan tidak lebih. Mendapatkan pelukan dari Bunda dan Ayah pun Juana ingin sekali. Hadi yang posisinya menjadi anak sulung turut merasakan apa yang Juana rasakan juga. Kala itu Hadi sempat merasakan hangatnya keluarga, tetapi disaat Juana lahir, Bunda dan Ayah tidak pernah menunjukan kehangatan itu lagi. Disaat usia keduanya baru menginjak remaja, Bunda mengandung lagi dan melahirkan Kalandra si bungsu. Setelah sekian lamanya, Ayah dan Bunda kembali menunjukan kehangatan itu kepada Kalandra. Juana hanya ingin diperlakukan adil, disayangi sebagaimana mestinya. Tapi semua itu hanya imajinasinya saja. Start : 30-03-24 End : 08-06-24 RANK : 🥈#jeongwoo
Todos os Direitos Reservados
#706
jennie
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Avyan (End) ✓
  • Evil Brother✔
  • Tiga Jarum Jam [END]
  • CATUR [END]
  • MEMORIES (Terbit)
  • Rumah [END]
  • AOML | HYUNJIN [END]
  • Rumah Pulang
  • When I was Your Scar (fin)
  • RUSAK [END]✔

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo