Five Twingligt

Five Twingligt

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 20, 2024
"Absen 26, naya silahkan perkenalkan dirimu" "Naya?" "Ada yang namanya naya?" "Naya vaseera?" Naya langsungan out dari zoom, saking gemetarnya sampai keringat dingin. Anjing! Ini hari tersial bagi naya. "Anjing tu guru! Nyariin mulu, fans kali ya? Gak tau apa kalau gue belum mandi? Dasar, gue tandai lo Agus eh suga!"maki naya ••• "Kenalan aja belum, gimana caranya buat tau namanya coba?"kesal enzie "Ah, iya juga sih!"jawab keena dengan cengiran nya yang tertutup oleh masker "Udah jangan ngomongin orang, gitu-gitu nantinya bakal jadi temen kalian. Sesungguhnya allah tidak menyukai hamba-nya jika meng-ghibai seseorang yang bahkan tidak kalian kenal, ayo istighfar"tutur gadis yang bernama zaira, paling alim, dan memakai jilbab sendiri diantara mereka berempat. "Iya betul, saking asyiknya gibah, sampai lupain kita berdua."timpal nana dengan nada yang tidak bersahabat
All Rights Reserved
#552
masalah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Sahabat🍂 [COMPLETED]
  • Nata, De & Coco
  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • RAACA 'the power of takdir Allah '
  • ALENCHA [END]
  • BK VS BAD GIRL {END} ✓
  • Best Friend (NAVISA)
  • MARVELLA QISYA [ End ]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines