HOME - Brotherhood

HOME - Brotherhood

  • WpView
    LECTURAS 321
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 15, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
cerita ini, yang saya ketik dengan jari tangan saya sendiri. Cerita yang saya tulis berdasarkan sebagiannya adalah kisah nyata dan sebagian lainnya adalah karangan/tidak nyata. Entah aku yang terlalu senang karena mendapatkan sosok yang dapat menjaga dan merawatku, entah memang dia saja yang memang menginginkan kehadiran seorang adik kecil. Di sinilah kisah ini di mulai; tentang si bungsu yang yang dapat merasakan kehadiran seorang adik dan si sulung yang dapat merasakan kehangatan dari seorang abang. HaliIce; Hali as anak bungsu Ice as anak sulung Warning: 1. Karakter hanyalah milik Monsta. 2. Diharapkan untuk pintar dalam membaca, dikarenakan adanya unsur kekasaran di dalamnya. 3. 100% murni dari pemikiran Author dan tidak diperbolehkan untuk ditiru walaupun sudah dicantumkan credit. 4. Adegan berbahaya, tidak untuk di tiru. Selamat membaca.
Todos los derechos reservados
#287
ketawa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Who am I?
  • All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)
  • 𝐻𝑎𝑛𝑦𝑎 𝐻𝑎𝑦𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑆𝑒𝑚𝑎𝑡𝑎
  • Lelaki Bayaran [END]
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Lightning dark story
  • VERDICT FOR HALYCON (END)

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido