Light Among The Darkness

Light Among The Darkness

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue ngga bisa memulai suatu hubungan, sedangkan disisi lain lelaki tersebut masih belum selesai dengan wanita dimasa lalunya! Mulai sekarang kita ngga usah ketemu lagi," ucapnya sambil bergetar, tak lama air mata pun jatuh dari sudut matanya yang tajam. "Let me talk to you first, calm down!" bujuknya dengan nada yang begitu pelan. "Why do all the people who come into my life only give me very deep wounds?And you are one of them," pungkasnya, ia berlalu meninggalkan lelaki itu yang masih duduk termenung. Satu tahun kemudian, "Dia dimana?"tanya nya pada salah satu teman, raut wajahnya tersirat keputusasaan. "Gue ngga bisa kasih tau lu keberadaan dia sekarang, gue ngga mau orang-orang mengusiknya. Dan gue hanya berharap dia mau dengerin 'true story' dari mulut lu,tapi itu mustahil," "Gue harus ketemu dia, harus," Wanita itu hanya tersenyum miring, "Mending ngga usah, she was already happy with her choice. Let her go," "Her choice? Konteksnya?" Hidup memang selalu diharapkan dengan satu, dua ataupun berbagai macam pilihan. Kita tidak punya kapasitas untuk mengontrol kapan mereka datang dan pergi, entah bahagia atau sesak yang akan mereka beri, dan besar atau kecilnya skala sakit hati Pada akhirnya banyak pilihan yang harus merelakan keinginan-keinginan, merelakan ego demi merasa cukup dan rasa syukur
All Rights Reserved
#134
matirasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A New Beginning
  • HELLO, ASHEL!
  • Erlangga
  • Strong Girl
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • OMG, i really liked him
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Perjodohan  [ fresha]
  • Our Trully Happiness
  • Friend's Zone's

Hidup yang dirasa sudah cukup happy bagi seorang adelia dengan menjadi budak corporate, punya keluarga yang suport, dan teman-teman yang selalu menghiburnya Tapi tidak dengan urusan percintaan, adelia selalu menghindari hal-hal yang berbau asmara. cukup menjadi pelajaran dimasa lalunya. Namun hal tersebut yang menajadi bahan bercandaan bagi teman-temannya dan ajang pencarian jodoh untuknya. " del, tadi ada yang liatin lo terus tau" "mana mana" bukan adelia yang menjawab namun teo yang terlebih dulu menyahut, "isshh, mulai keponya" timpal clara "siapa tau jodohnya si adel" "bener tuh kata si teo" balas clara adelia yang tidak berhenti memandang sosok di depannya yang berjalan tegap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya, tatapan dengan sorot mata yang teduh itu sedang menatapnya. Tatapan dengan mata coklat indah yang mampu menenangkan sekaligus meluruhkan setiap yang memandangnya. "how are you adelia?" sapa orang tersebut tersebut Adelia yang hanya mematung menatap seseorang di depannya seperti tidak percaya akan bertemu kembali dengan dia serta mendengar suaranya. Apa dia akan meluruhkannya lagi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines