TABITA
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2024
Jika hidup hanya sekali, maka penyesalan terbesar Tabita adalah memutuskan tali hidupnya secara mandiri. Tabita yang menyesal hanya dapat menangisi perbuatannya. Keinginan untuk bahagia sekarang hanya dalam angan-angan. Kisah Tabita membawa dan menelusuri kenyataan bahwa hidup hanya sementara, tapi tidak untuk melewatkan garis takdir yang bukan hakmu menentukan. Meski tubuh, jiwa, dan raga milik sendiri, namun akhir hidup bukan berada dalam tanganmu. Apa yang diperbuat itulah yang akan didapat. Meski terkadang hidup yang dilalui sekarang bukan atas keinginan kita, tapi hidup seberat apa pun tetap harus dijalani, bukan untuk diakhiri. Terbit, 3 Maret 2024 Huang Wiwin
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Edelweis
  • Bisakah Aku Bahagia? (END)
  • Behind Our Eyes
  • HIDDEN SIDE
  • ZOYA (Sujud Terakhir) [End]
  • Hope and Love
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]
  • ANYAK
Edelweis

Kematian itu pasti. Rasa cinta dan sayang bisa pudar. Semuanya bisa datang dan pergi kapan pun namun tak ada yang menetap. Oleh sebab itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa "Dalam kehidupan, tidak ada yang abadi, karena untuk setiap 'selamat datang', akan selalu diakhiri dengan 'selamat tinggal'."

More details
WpActionLinkContent Guidelines