Asal Bukan 'Dia'

Asal Bukan 'Dia'

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 21, 2024
Tinggal di desa membuat hidup Laras biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa dalam hidupnya. Bahkan bisa di katakan, Laras kadang-kadang bosan juga hidup biasa saja. Dia ingin punya kehidupan yang sedikitnya agak menantang. Tanpa di sangka, keinginannya yang demikian, di kabulkan pula oleh Sang Kuasa. Kehidupannya yang awalnya biasa saja harus berubah empat puluh lima derajat setiap ada orang baru yang memasuki hidupnya. Bagaimana kehidupan Laras selanjutnya? Apakah Laras akan bahagia karena keinginannya terkabul? Atau justru dia menyesal karena pernah menginginkannya? ----------- Ada hal yang tak bisa kita atur takarannya, hanya bisa kita terima dengan lapang dada ~Laras Hal baik tidak menuntut sesuatu yang besar. Dia tidak pernah protes meski kamu hanya melakukan sebagian hal baik sederhana ~R Hargai proses yang kamu jalani, urusan hasil serahkan saja pada Tuhanmu ~A ________ Note : cerita ini hanya fiksi ya... kesamaan nama tokoh, judul, tempat, atau apapun tidak mengandung unsur kesengajaan :) Dilarang plagiat! Selamat membaca..📖 Vote, komen, saran, di persilahkan😊 Semoga harimu menyenangkan🎉
All Rights Reserved
#173
laras
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Gone(✔)🔚
  • Laras | Sudah Terbit ✓
  • Remember Me
  • Dominan Kita(On Going)
  • Dia dan Doa
  • ALGHAFIR [TAMAT]
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]

WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA ⚠️ Menjadi suatu kemuliaan bagi seorang Aeraina Hawa ketika di cintai oleh lelaki yang sangat tahu caranya menepati janji. Di jaga selayaknya mahkota paling tinggi oleh keluarga besar. Namun untuk sampai di titik bahagia yang sesungguhnya. Seringkali realita tak sesuai keinginan. Selalu saja ada hal yang membuat hatinya goyah bahkan hampir roboh dan patah. Sebuah kebenaran yang lumrahnya memang teramat pahit untuk di terima. "Gue Asa," lelaki itu menyapa. "Saran gue, lo berhak kok kalau mau bales mereka yang udah nyakitin." "Membalas tidak akan membuatku lebih baik." Ini tentang wanita yang memiliki hati seluas semesta. Mengajarkan banyak hal tentang memberi maaf dan upaya mengikhlaskan. Hingga tiba suatu saat, dunia semakin keras mengajaknya berkelahi. Tanpa jeda dan tak ada henti. "Bunda... Wallahii.. Ini sakit." Maka jalan seperti apa yang akan Hawa pilih nanti? Diam atau melakukan perlawanan demi seseorang yang ia cintai? *** Ini bikinnya pakek keringat dan akal sendiri ya. Jadi jan coba-coba plagiat. Mari berkarya dengan hasil mandiri. Ayo semangat 🤏🏻 ⚠️Di larang keras plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines