menceritakan tentang kisah seorang tuan putri yang tinggal disebuah kerajaan besar,ia bernama Nanchiwa Gebby Agramey,gadis berparas cantik yang terkenal dengan sifatnya yang manja,Mey satu-satunya keturunan di kerajaan Granza,ayah mey bernama Varo Agranza dan sang ibunda bernama Yuna Agramey,namun sayang sang ibu telah lama tiada sejak Mey kecil,Mey sangat bergantung dengan ayahnya,ditambah pengawal pribadinya 'aidan' yang hanya berbeda 2 tahun diatas mey
cerita ini tidak berfokus pada adegan romance,cerita ini mengisahkan perjalanan tuan putri yang menjadi seorang kesatria dan menemukan cinta sejatinya
***
"ayahanda,Mey tidak ingin memiliki pengawal seperti Aidan!!!"
"apa kau bertengkar lagi?"
"Aidan menyebalkan!!dia sudah mengganggu acaraku dengan Nathan!!"
"dia hanya menjagamu, berbaikan lah"
***
penampilan Mey sangat berantakan,ia mendongak menatap Aidan yang juga menatapnya,keringat bercucuran di pelipisnya,air mata yang terus mengalir,dengan lemas ia mencoba mengeluarkan suara
"A-aidan?a-apa kau p-percaya denganku?aku tidak membunuh ayahanda" ujar Mey dengan suara yang bergetar
Aidan tidak membalas ia memejamkan mata sejenak,lalu membuka dan langsung menatap tajam Nathan yang berada di hadapannya,Aidan lalu melirik pergelangan hingga siku tangan pria itu yang terdapat bercak darah,sudah sangat jelas jika Nathan yang membunuh raja Granza
Ganjar tak pernah menyangka bahwa ada rencana licik dibalik keputusan keluarganya untuk mengirim ia jauh dari rumah. Ia akan ditumbalkan oleh keluarganya sendiri kepada seorang ratu negeri gaib.
Tak hanya itu, rahasia lain pun terbongkar satu persatu.
Dimulai dengan ia mengetahui bahwa ayah yang selama ini ia tahu bukanlah ayah kandungnya.
Tentang asal-usulnya, tentang rahasia kelam keluarganya, tentang musuh dan kegelapan yang mengincarnya, tentang teror makhluk alam lain yang berniat menyeretnya.
***
"Aku bukan tuan putri." Gadis itu menunjuk lehernya dan berkata, "Aku ini hanya budak."
Kutatap wajahnya yang sedih menahan perih dari luka di tangan dan punggungnya.
Cewek itu lalu berkata, "Penawaran terakhirku. Bebaskan aku, sebagai gantinya aku akan membebaskanmu dari Sang Ratu."