Paus
  • WpView
    Membaca 121
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 8, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Lian itu unik. Kadang bersikap bisa mengatasi semuanya sendiri. Kadang juga merasa kewalahan dengan masalah yang dihadapinya. Sampai di suatu titik dimana masalah yang datang itu membuatnya sulit untuk sekedar berkata. Saat itulah sosok paus biru datang dan mengajarkan Lian arti dari kalimat 'Always believe that u can pass it well'. Ihya. Sosok paus biru yang terdampar di hatinya untuk selamanya. --- "Heh! Udah belum berak nya. Lama banget cuma berak aja. Sambil main hp pasti" Senyum Lian luntur kala teriakan Ihya dari luar menggema di dalam kamar mandi. "Hes iya iya. Ini dah selesai kok," jawab Lian yang langsung mematikan hp dan segera menuntaskan hajatnya. Ga jadi estetik ini namanya. -Lian Halaa dah sampe ujung. -Ihya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#21
jo1
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Boss!!
  • KOSTAN JANUARTA
  • Lala untuk Ardi | Seni Mencintai Secara Ugal-ugalan
  • [BOYS LOVE] Be My Special Lecture
  • Awan putih dan langit biru
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Cinta pertama Dosen duda (End)
  • Moonstruck

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan