Paus
  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 8, 2024
Lian itu unik. Kadang bersikap bisa mengatasi semuanya sendiri. Kadang juga merasa kewalahan dengan masalah yang dihadapinya. Sampai di suatu titik dimana masalah yang datang itu membuatnya sulit untuk sekedar berkata. Saat itulah sosok paus biru datang dan mengajarkan Lian arti dari kalimat 'Always believe that u can pass it well'. Ihya. Sosok paus biru yang terdampar di hatinya untuk selamanya. --- "Heh! Udah belum berak nya. Lama banget cuma berak aja. Sambil main hp pasti" Senyum Lian luntur kala teriakan Ihya dari luar menggema di dalam kamar mandi. "Hes iya iya. Ini dah selesai kok," jawab Lian yang langsung mematikan hp dan segera menuntaskan hajatnya. Ga jadi estetik ini namanya. -Lian Halaa dah sampe ujung. -Ihya
All Rights Reserved
#2
junki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secondary Rules
  • Boss!!
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Cinta pertama Dosen duda (End)
  • Lala untuk Ardi | Seni Mencintai Secara Ugal-ugalan
  • Roommate With Benefits
  • AIRen
  • Hi, Pak Dosen!
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Mine [SELESAI] ✔

[ADULT-CONTENT 🔞] "Ini enggak adil buat gue, Lei..." "Gue inget semuanya. Lo tau Lei, kalo itu first kiss gue!" Pandangan kosongnya terpaku pada wajah di depannya. Wajah yang sangat ia kenal. Ya, Rendi Aditya Pratama. Sahabat Leia sedari SMP. Sudah hampir 10 tahun pertemanan mereka terjalin, namun baru saat itulah Leia menyadari kebenaran pahit yang menusuk dadanya, yaitu hukum tabur tuai. Tapi bagaimana bisa ia menuai sesuatu yang bahkan tidak ia ingat telah ia tabur? "Gue bakal bantu lo buat ingat, Lei." Ucap Rendi dengan suara rendah dan dengan penuh penekanan. "Semuanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines