01| SAGITAFRENUSS [ON GOING]

01| SAGITAFRENUSS [ON GOING]

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 14, 2024
Ayunda adalah seorang gadis cantik asal bandung namun ia harus pindah ke surabaya karna untuk mengikut suaminya, saat itu Ayunda mengalami penyakit leukimia, penyakit yang bisa membuat gagal ginjal. Namun Kang Emil berusaha untuk mengobati penyakit yang diderita oleh keponakan nya yaitu Ayunda. Namun penyakit itu tak kunjung sembuh, sampai Ayunda berputus asa pada dirinya sendiri bahwa ia akan meninggal entah kapan hari itu terjadi tapi kata-jata itu terus bersahut-sahut di kepalanya. Sampai berganti tahun penyakit itu masih menempati tuybuh Ayunda, dengan sigap Kang Emil mengambil pengobatan di rumah sakit Toronto di Canada, ia terpaksa harus mengambil pengobatan yang jauh dari indonesia guna untuk menyembuhkan Ayunda. Telpon berdering dari atas meja sekertaris lantas Elgandara langsung menyambangi gagang telpon itu. "hallo El, ini Kang Emil" El kaget saat yang menelpon nya itu adalah Kang Emil adik dari sang ibu mertua, ia pun menjawab. "Kang Emil, bagaimana keadaan Kang emil, baik-baik aja kan?" tanya El, dengan cepat Kang emil menjawab. "Kang emil baik-baik aja, tapi Ayunda. Ayunda akan menjalani pengobatan di Kanada bersama Kang Emil, tenang aja Kang Emil pasti jagain Ayunda." sontak El kaget saat jawaban yang di utarakan Kang Emil kepadanya. "tapi Kang Emil, aku besok akan pulang pekerjaan ku di sini sudah selesai, tidak bisakah Kang Emil menunggu kepulangan ku dulu, aku ingin ikut" balas El cemas. "Kang Emil juga mau nya gitu tapi kondisi Ayunda gak memungkinkan untuk bisa di tunda lagi, harus cepat kita ambil tindakan supaya Ginjal nya baik-baik saja." El menangis pilu saat istrinya akan berobat tetapi jauh darinya.. Namun naas peristiwa tak bisa di hindari, pesawat yang di tumpangi oleh Kang Emil dan Ayunda harus terjatuh di samudra arktik Canada....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Hi, You! Again? (TAMAT)
  • the Edge.
  • Dear Imamku
  • My Little Girl, I Miss You
  • My Husband ♡ [COMPLETED]
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • If we can together
  • DON'T SO SAD
  • Bagaimana Mungkin? [COMPLETED]

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines