Dell'amore

Dell'amore

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 20, 2025
PROLOG ​Tiga tahun lalu, meja makan panjang itu diselimuti keheningan kaku. Aroma truffle dan anggur merah yang mewah terasa menyesakkan, tidak mampu menutupi ketegangan yang menggantung. Di ujung meja, Tuan Alden dan Nyonya Alden duduk tegak, memancarkan aura dominasi yang sama. Di sisi kanan, Keluarga Aura - dengan Nyonya Aura yang anggun dan Tuan Aura yang berwibawa - menanti dengan sabar. ​Atlas Alden, duduk tegap, namun ada ketidaksabaran kentara di bahunya yang lebar. Matanya yang gelap memancarkan kilatan tajam yang selalu membuat siapa pun bergidik. Di sampingnya, Rachel tersenyum manis, memegang lengan Atlas erat, seolah ingin menegaskan klaimnya. Ia memang cantik, dengan rambut pirang terurai dan bibir penuh yang menarik perhatian. ​"Jadi," Tuan Alden membuka suara, "Kita semua sudah tahu maksud pertemuan ini. Pertunangan antara Alden dan Aura. Sebuah langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak." ​Nyonya Aura mengangguk. "Kami percaya Daisy adalah pilihan terbaik untuk putra sulung Anda, Atlas." ​"Maaf," suara bariton Atlas memecah keheningan, dingin dan tanpa cela, "Aku tidak bisa menerima perjodohan ini." ​"Aku sudah memiliki kekasih," lanjut Atlas, tanpa mengalihkan pandangan dari Daisy. "Dan aku hanya akan menikahi wanita yang aku cintai. Rachel adalah wanita itu." Ia menarik Rachel mendekat, mencium puncak kepalanya dengan sebuah gestur yang terasa lebih seperti penegasan kepemilikan daripada kasih sayang. ​Daisy.... Tidak ada gejolak emosi di wajahnya. Hanya keheningan yang dalam, seolah ia sudah mengantisipasi penolakan ini. Mata cokelatnya bertemu dengan mata gelap Atlas. Hanya sepersekian detik, namun terasa seperti keabadian. Ada sesuatu yang berkelebat di sana. Sesuatu yang dingin, tajam, dan... familiar. Seolah ada benang tak kasat mata yang baru saja mengencang di antara mereka, di tengah penolakan terang-terangan itu.
All Rights Reserved
#534
cold
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI GEN -Z
  • GIORGIO
  • F dan Z  ( and )
  • Destiny
  • Males, ribet.
  • Zeefazka
  • Dinikahi Profesor Galak (TAMAT)
  • Dijodohin sama CEO (Alzi-cathy)
  • MY HUSBAND IS A CEO (SUDAH TERBIT)
  • My Love [ SLOW UPDATE ]

"Istri Gen Z" bercerita tentang perjodohan antara Drazel Atharazka Mahardika, pria dewasa berusia 25 tahun yang sukses, dingin, dan penuh gengsi, dengan Naylea Adzra Fatharani, seorang siswi SMA kelas 3 yang ceria, manja, dan masih menikmati masa mudanya. Drazel sudah terbiasa hidup di bawah tekanan sebagai pewaris bisnis keluarga. Dia serius, perfeksionis, dan tidak punya waktu untuk hal-hal yang dianggapnya kekanak-kanakan. Sementara itu, Naylea adalah cewek Gen Z yang lincah, ekspresif, dan nggak bisa diam. Ketika orang tua mereka mengatur perjodohan ini, dunia Drazel yang selama ini tertata rapi mendadak berubah. Naylea yang masih polos dan suka bercanda harus menghadapi pria yang dingin dan susah didekati. Sementara Drazel harus belajar menghadapi istri yang banyak tingkah, sering protes, dan hobi bikin dia kesel. Apakah perbedaan mereka akan jadi masalah, atau justru lambat laun mendekatkan mereka? --- (Saat pertama kali bertemu setelah perjodohan diumumkan.) Naylea: "Eh, serius nih? Aku dijodohin sama om-om?" Drazel: "Om-om?" (Mata melotot, tangan mengepal, urat kesabaran mulai menipis.) Naylea: (Nyengir iseng) "Eh iya sih, nggak tua banget... tapi tetap aja, 25 tahun itu beda jauh sama aku yang masih 18!" Drazel: (Menghela napas panjang) "Dengerin, aku nggak ada waktu buat drama. Kita jalani ini seperti yang diinginkan orang tua kita, dan tolong jangan banyak tingkah." Naylea: (Menyilangkan tangan, bibir manyun) "Ih, kok galak banget, sih? Gimana mau jadi suami idaman kalau juteknya kayak gini?" Drazel: (Mendelik tajam) "Aku nggak butuh jadi suami idaman. Aku cuma butuh kamu nggak bikin masalah." Naylea: (Nyengir lagi, jahil) "Tenang aja, aku bakal bikin hidup kamu seru!" ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines