Story cover for HEI Raditya! by khyydlaa
HEI Raditya!
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Mar 05, 2024
"Jangan bikin gue makin benci sama lo zira!" 

Dalam kalimat yang diucapkan seorang pemuda itu terdapat aura kebencian yang sangat menyeruak.

"Gue cuma mau perbaiki keadaan raditya, kita bisa kayak dulu lagi dit"

Air mata mengalir sangat deras dipipi gadis itu, ia tidak ingin kehilangan sosok yang ia cintai setelah ayahnya.

Pemuda itu tersenyum kecut, sorot mata yang dulunya teduh dan hangat kini berumah menjadi sorot yang penuh kebencian.

"Menurut lo? dengan perbaiki keadaan bakal bisa bikin lo balik lagi sama gue hah?! sadar zira, sadar! apa status lo sekarang?!" bentak pemuda itu dengan penuh emosi, nafasnya mulai memburu.

"Dan lo pikir? dengan perbaiki keadaan bisa bikin nyokap gue hidup lagi?, iya bisa hah?! JAWAB PERTANYAAN GUE ZIRA!!! BISA APA NGGAK?!" pemuda itu mengguncang-guncang tubuh gadis itu.

Gadis itu tertunduk menahan isakan tangis, ia tak sanggup menatap manik mata pemuda itu. kenapa takdir merubah segalanya? kenapa ia tidak bisa bahagia seperti dulu lagi?

Semua hancur ketika pemuda itu mengetahui siapa gadis itus sebenarnya.


#FIRSTSTORY
All Rights Reserved
Sign up to add HEI Raditya! to your library and receive updates
or
#632kehancuran
Content Guidelines
You may also like
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
93 parts Complete
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
ALBAR by Noviaalistt
45 parts Ongoing
❝ Darah dibalas dengan darah. Nyawa dibalas dengan nyawa. Semua harus setimpal. ❞ - M A R S T A D MARSTAD merupakan Geng motor, yang disegani oleh banyak orang. Tapi jika dilihat lebih dalam, MARSTAD merupakan sekumpulan pria yang tetap menjalankan ibadahnya. Walaupun sikap kebaikannya selalu tertutupi oleh kenakalan-kenakalan yang diperbuat. Mereka terkenal bukan hanya dengan kenakalannya saja, tapi juga kehebatan-kehebatan meraka dalam bidang beladiri. MARSTAD : 'Diam ditindas atau melawan untuk menang!' - MARSTAD diketuai oleh ALBAR ARDIAZ DEVARO, Sang pria dingin dan berhati batu. Namun, bagaimana jika hatinya diluluhkan oleh seorang gadis cantik nan lugu. Tapi sayangnya, gadis itu banyak sekali menyimpan misteri dan teka-teki dalam kehidupannya. "Gue gak tau kisah lo yang sebenarnya. Tapi, akan gue pastikan. Satu-persatu rahasia lo terbongkar. Karena lo hanya milik gue, Zelara." --- ••'Tentang dia yang aku rindukan dan dia yang datang membuat segala kenangan.'•• A L B A R Juga -Tentang mereka yang saling membalas dan menuntut KEADILAN- --- Ini bukan tentang gadis polos nan lugu yang akan dilindungi oleh sang ketua Geng motor, tapi bagaimana kisah kehidupan mereka yang banyak menyimpan rahasia, teka-teki, dan akan cukup menguras pikiran kalian. |Jangan terlalu terbuai dengan cerita, kejadian kecil pun bisa menjadi teka-teki mereka.| --WARNING: Banyak mengandung kata-kata kasar dan kekerasan! Harap bijak dalam membaca.-- ✓CERITA MURNI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. PLAGIAT HARAP MENJAUH!✓ - #1 In Mostwanted [1/3/22] #1 In Solidaritas [19/11/22] #2 In Fiksiremaja [1/3/22] #2 In Fiksiremaja [2/3/22] #2 In Fiksiremaja [3/3/22] #2 In Solidaritas [8/6/22] #3 In Gengmotor [1/3/22] #3 In Humor [3/3/22] #1 In Ketuagengmotor [30/01/21] #1 In Albar [03/04/21] #1 In Anaksekolah [02-04/05/21] #1 In Geng [25/01/22] #2 In Highschool [16/02/22] #4 In Gengmotor [29/04/21] #4 In Persahabatan [04/09/21] 2020 , noviaalistt
Summer Triangle  (Revisi) by Eiralune_
48 parts Complete
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!" Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi. "Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!" Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa. Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira. Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya. "Gue takut mati di tangan lo, Are!" ✯✯✯ "𝙷𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚜𝚞𝚖𝚖𝚎𝚛 𝚝𝚛𝚒𝚊𝚗𝚐𝚕𝚎. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗, 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙳𝚎𝚗𝚎𝚋, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚓𝚎𝚖𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙰𝚕𝚝𝚊𝚒𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚅𝚎𝚐𝚊." -𝑪𝒉𝒂𝒒𝒊𝒓𝒂 𝑺𝒉𝒂𝒊𝒎𝒂 𝑳𝒐𝒗𝒊𝒆 ✯✯✯ ᴋᴀʟᴀᴜ ʙᴇʀʙᴀᴋᴀᴛ, ᴛɪᴅᴀᴋ ᴍᴜɴɢᴋɪɴ ᴘʟᴀɢɪᴀᴛ! #1 friends #1 Time travel #1 teen #1 frendszone #1 sahabat #1 sadstory #1 friendship #1 broken #1 brokenheart #1 rahasia
You may also like
Slide 1 of 10
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
mystery of the past cover
Andira [End]  cover
ASKARA [END] cover
Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja cover
SAMUDERA  cover
NERISSA  cover
ALBAR cover
GADIS (Lengkap belum revisi) cover
Summer Triangle  (Revisi) cover

PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)

93 parts Complete

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.