CAMELIA [END]

CAMELIA [END]

  • WpView
    LECTURAS 5,171,918
  • WpVote
    Votos 252,557
  • WpPart
    Partes 62
WpMetadataReadConcluida vie, may 2, 2025
DON'T PLAGIAT! Namanya Camelia Anjani. Seorang mahasiswi fakultas psikologi yang sedang giat-giatnya menyelesaikan tugas akhir dalam masa perkuliahan. Siapa sangka, gadis cantik dengan hati lembut itu harus berakhir tragis dalam sebuah insiden kecelakaan tunggal ketika ia hendak mengunjungi perpustakaan kota demi menyusun skripsi bersama para teman seperjuangannya. Dan berakhir membuat jiwanya bertransmigrasi ke dunia lain. Dunia yang sempat menjadi tempatnya menghuni dikehidupan pertama. Ya, kehidupan pertama Camelia yang begitu mengerikan. Karena disana Camelia harus merenggang nyawa dengan sangat mengenaskan ditangan orang-orang yang ia sayangi. ***** Warning⚠️ Alur cerita ini cukup lambat Dan MC nya menye2, so kalian yang gak suka boleh menjauh⚠️👏🏻
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Matahari
  • AYKARLAND
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Story Of Skyle (On Going)
  • Shadows of the Main Story
  • IT'S ME NOT HER!
  • Bukan Antagonis [END]
  • ANTAGONIS WORLD'S (TAMAT) ✅
  • Who Am I?
  • Become The Antagonist's Sister?
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido