ALAS PATI ✅

ALAS PATI ✅

  • WpView
    Reads 5,769
  • WpVote
    Votes 680
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 16, 2025
¡! MOHON BACA DESKRIPSI SEBELUM MEMBACA !¡ ALERT! 14+ -----• Alas Pati, Yang berarti 'Hutan Mati'. Disini, Boboiboy dan Kawan-kawan yang sudah berkuliah, Karena membutuhkan Uang untuk membayar kontrakan mereka, Mereka semua pun membuat channel YouTube yang berisikan Mereka berkunjung ke tempat-tempat horror untuk memikat viewers mereka. Salah Satu video mereka yang datang ke Rumah Antik di sebelahnya terdapat kuburan, Viewers mereka melonjak sehingga berhasil mencapai 10JT Penonton. Mereka belum puas salah satu dari mereka merencanakan untuk pergi melancong ke Hutan Mati, Atau yang disebut Alas Pati. "Ges!, Kita butuh uang lebih!, Bahkan uang dari video kita yang kemarin itu tidak cukup!" Ucap Lelaki bernama Solardan Rianno Alzahri. "Nah aku ingin mengajak kalian untuk pergi ke suatu tempat horror, Hutan Mati. Huuu~ Viewers kita bakalan naik drastis gasii?!" Sambung Solar dengan Antusiasnya. Lelaki bermata biru shappire yang bernama Taufan Raziel Alzahri pun mengedipkan matanya. "Lo gila? Itu Hutan terlarang anjir!, Mana bolehh di kunjungi oleh orang kaya kita ini" Ucapnya. "Gue tau!, Coba lo bayangkan, Kalau Viewers kita meledak gegara video kita ke Hutan Mati itu, Pasti cuan kita akan banyak!!" » Bijak lah dalam Membaca! « Warning! • 14+ ! • Masih banyak typonya • Not ship! • Boboiboy adalah Milik Monsta, saya hanya meminjam! • Typo dimana-mana! • Sedikit Toxic! • Adegan Bercucuran d4rah ada dimana-mana! • Terinspirasi dari suatu Film. • OOC ( OUT OF CHARACTER ) - !Cerita ini adalah khayalan semata, tidak ada sangkut pautnya dengan animasi! - Saya hanya meminjam karakter Dari Monsta! Cover pino jumpa di Pinterest dan pino hanya menggunakan mentahannya saja. Cover ini dibuat oleh pino sendiri. dimohon untuk tidak mengcopy hasil karya pino. start : end :
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Sukma Lara [END]
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • Hah!Dukun?
  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • UNIT KOSONG (TAMAT)

Genré: Horror Religius, Thriller Spiritual, Drama. Tema: Pertarungan antara Kebaikan yang Ikhlas melawan Kesesatan yang Terselubung, kekuatan Iman, persahabatan, dan pengorbanan. Sinopsis: Pesantren Al-Firdaus,yang terletak di daerah terpencil, dikenal sebagai tempat mencetak penghafal Al-Qur'an. Dikenal oleh masyarakat luas sebagai pesantren yang sangat religius dan ketat. Namun, di balik tembok kokoh dan lantunan ayat suci, tersembunyi rahasia gelap yang mengerikan. Kyai Lukman, pemimpin pesantren, beserta para pengawasnya, telah menjalin perjanjian dengan jin-jin kafir untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan duniawi. Perjanjian itu meminta tumbal setiap tahunnya: seorang santri dengan darah dan energi spiritual tertentu. Ning Aira, putri Kyai Lukman yang pemalu dan penakut, hidup dalam ketakutan akan rahasia ayahnya namun tak memiliki keberanian untuk melawan. Kedatangannya membawa perubahan besar. Rifa, adik Rifani, memiliki darah langka yang sangat diincar oleh Kyai Lukman dan para jinnya. Rifani, dengan kemampuan indigonya, serta Arul, teman gaibnya yang setia, mulai merasakan aura tidak wajar di pesantren itu. Bersama Dika yang pendiam namun loyal, dan Rifky yang juga indigo, mereka membentuk persekutuan rahasia. Mereka harus menggali kebenaran mengerikan dari Pesantren Al-Firdaus, sambil menyembunyikan diri dari ancaman Kyai Lukman dan makhluk-makhluk gaibnya. Mereka akan belajar bahwa melawan kekuatan gelap bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan strategi, keberanian, dan keteguhan iman yang tak tergoyahkan. Ning Aira pun dihadapkan pada pilihan sulit: tetap patuh pada ayahnya yang sesat atau membela kebenaran yang diajarkan oleh Allah SWT.

More details
WpActionLinkContent Guidelines