BAD-GOOD SCENARIO

BAD-GOOD SCENARIO

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 21, 2024
Takdir? Cuma kata lain dari skenario yang dimainkan orang lain. Dan Raiya? Korban dua kali. Sekali oleh Tuhan. Sekali lagi oleh keluarganya. _____ Raiya sudah terbiasa tidak berharap pada hidup. Ia tumbuh dalam kesunyian, dibesarkan oleh luka yang tidak pernah sempat sembuh. Raiya bukan orang yang mudah dipahami. Ia bukan tokoh yang kuat, bukan pula lemah. Ia cuma... manusia yang lelah. Lalu, di usia 29, hidupnya berubah... karena Air-laki-laki asing yang terlalu sopan, terlalu tenang, dan terlalu kaku untuk tahu bagaimana cara mencintai. Mereka bukan pasangan yang jatuh cinta sejak awal. Mereka hanya dua orang dewasa yang dipaksa hidup serumah... dan perlahan belajar untuk saling mengerti. Dan untuk pertama kalinya... Raiya memikirkan: Apakah ia layak bahagia, atau memang hidupnya ditakdirkan untuk penuh luka? © P H Y L L A R R X X || 07-03-2024
All Rights Reserved
#87
goyounjung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Symbiotic
  • HONESTY (COMPLETED)
  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • Behind Our Eyes
  • Our Journey To Love
  • Expecting The Unexpected (Complete)
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Larasati : Mempelai Pengganti [END]

Apapun yang terjadi, waktu terus berjalan dan tidak berhenti meskipun Aya ingin bernapas tanpa beban sehari saja. Seumur hidup Aya selalu meyakini bahwa cobaan yang ia dapatkan pasti sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang manusia. Namun keyakinan itu menguap karena kenyataan menghabisi semangat hidupnya, Aya yang berusaha hidup dengan baik berdampingan dengan masalahnya mencapai titik lelah dan ingin mati. Semua usahanya dirasa sia-sia. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa kini ia sampai pada titik kehabisan solusi atas semua yang ia hadapi. Sampai-sampai ketidaksanggupannya untuk terus hidup dalam ketidakberdayaan menuntutnya untuk bunuh diri. Di sisi hidup yang lain, Ryu hidup tenang meskipun kosong, masalah sehari-hari yang ia hadapi hanyalah persoalan perusahaannya. Namun tentu saja, ada harga yang dibayar untuk segala hal yang ia miliki. Seperti dikutuk untuk selalu menjadi kesepian, hidup menempatkan Ryu untuk merasa kehilangan berkali-kali. Namun, berapa kalipun kehilangan, Ryu tidak pernah terbiasa sama sekali. Tapi hidup harus tetap berlanjut tanpa orang yang Ryu sayang. Ryu harus tetap bertahan hidup untuk mengemban amanah menjaga bayi 2 tahun 6 bulan yang ditinggal meninggal kedua orangtuanya yaitu kakak laki-laki Ryu. Sebab Ryu adalah satu-satunya orang yang bayi itu miliki. [cover: pinterest]

More details
WpActionLinkContent Guidelines