INSECURITY DAN PERTEMUAN HARI INI

INSECURITY DAN PERTEMUAN HARI INI

  • WpView
    Reads 326
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 4, 2024
Insecurity bukan hanya tentang kita yang mudah tidak percaya diri. Bukan hanya tentang kita yang melihat sesuatu lalu berpikir, "Oh tidak! Aku tidak akan bisa lebih baik dari mereka" Tidak. Insecurity bisa menjadi lebih dari apa yang kita pikirkan. Sebagian orang beranggapan bahwa insecurity hanyalah ketakutan manusia yang terkecil dalam hatinya. Ketakutan akan tidak dilirik, tidak dihargai, tidak mendapat apresiasi, atau bahkan dicemooh seolah kita tidak memiliki harga diri. Semua berpatok pada garis opini. Sebagian lainnya bisa menganggap insecurity seperti teman. Teman intropeksi dikala melihat seseorang melakukan hal yang lebih baik dari kita, teman berkaca dikala kita berbuat kesalahan agar mau memperbaikinya, juga teman paling supportif yang selalu mengalirkan motivasi dalam hati dan pikiran. Tidakkah semua bergantung pada bagaimana persepsi kita? Bagaimana persepsi kita tentang insecurity selama ini? Apakah lebih condong kearah negatif? Menyalahkan diri sampai berpikir ingin mati bunuh diri? Atau kita bisa mengelola insecurity menjadi bahan evaluasi agar tidak terlalu menyakiti diri lagi? Cerita ini berkisah tentang 'aku' dan rasa insecureku. Tak perlu mampir jika kamu tak mau, tidak perlu membaca jika ingin mencela, tidak perlu singgah jika hanya ingin menyanggah. Cukup hiduplah masing-masing, karena sebelum ini, kita juga sudah sangat asing.
All Rights Reserved
#897
naura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Terbiasa Sakit Hati
  • Isi Kepala
  • The Butterfly's Secret {GXG}
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • Crush
  • PENGECUT EGOIS -gxg-

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines