Nama di atas salju

Nama di atas salju

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 22, 2024
Arinda, seorang pegawai hotel yang akhirnya tahu akan kenakalan calon suaminya selama ini. Berat hati, harus melepaskan semua rencana-rencana pernikahan dan kehidupan yang akan dijalaninya dengan si calon. Calon suami brengsek yang tidak menyerah, dan pertemuan dengan seseorang baru di hotel tempatnya kerja membuat kehidupan musim dingin Arinda menjadi penuh dengan kekacauan. "Kau datang di waktu yang salah. Tapi mengapa setiap waktu yang kuhabiskan denganmu terasa begitu tepat?" "Aku ingin bersamamu bahkan jika kita akan terpisahkan beribu kilometer jauhnya, aku tidak peduli. Tapi tentu aku tahu, tidak akan ada hasil yang baik dari semua ini." Tolong jangan katakan "Aku sayang padamu" Demi kebaikan kita berdua. Aku tidak ingin tersakiti lagi, dan aku tidak ingin menyakitimu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beauty and the Boss
  • Di Bawah Salju New York [Completed]
  • Yang Pernah Patah
  • Nestapa [END]
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • Sweet RomanShit
  • Unrequited LOVE (END)
  • CINTA DARI LILI
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN

"Bilang kalau kamu mau aku pergi. Bilang kalau kamu nggak suka aku hadir di hidup kamu. Say it if you mean it." - Benara Wijaya Kamuflase cinta. Penorehan luka. Hancurnya kepercayaan untuk bertahan. Kepalsuan dalam sebuah keluarga membuat Aluna Sarasita tidak akrab akan cinta. Sampai seorang lelaki tampan nan mapan yang merupakan pemilik hotel Saint Wijaya tempat mereka dipertemukan, menetap di dunianya bak lentera dalam gulita. Terdengar seperti omong kosong! Bahkan lelaki biasa pun enggan menerima Saras apa adanya. Namun, Benara Wijaya benar-benar berbeda. Saras tahu, menerima Ben adalah sebuah kekeliruan. Sekalipun lelaki itu berupaya meyakinkannya, kehidupan Ben yang sempurna tetap menjadi alasan bagi Saras beranggapan Ben tidak akan pernah memahami kondisinya. Mereka berbeda. Bak bumi dan langit. Bak hitam dan putih. Saras pun semakin yakin untuk menghapus Ben dari hidupnya. Tanpa peduli harapan yang telah dibangun oleh lelaki itu. Tanpa peduli ada hati yang hancur berkeping-keping karenanya. Lantas, berhasilkah Benara Wijaya membawa Saras pada akhir kisahnya? Mampukah ia menyadarkan Saras bahwa perempuan itu adalah luka sekaligus bahagia terindahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines