SI HEBOH!!
  • WpView
    LECTURAS 3,319
  • WpVote
    Votos 621
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadConcluida dom, may 5, 2024
Pemilik kontrakan yang pelit dan agak sedeng-sedengnya. Pemilik kost-kostan yang bermulut tajam tapi aslinya baik hati. Ibu RW yang mulutnya tidak pernah berkata sopan dan selalu menghina. Lintah Darat yang galak dan selalu membunga bungakan uang mempersulit si peminjam. Pemilik kontrakan gang sebelah sekaligus pemilik kost-kostan, jualan, membunga-bungakan uang selalu berantem dengan pemilik kontrakan lain. >Penghuni kontrakan si ratu gosip dan hobi nunggak. >Penghuni kontrakan jualan bawang di pasar yang agak polos itu. >Penghuni kontrakan jualan cabai dipasar selalu bayar tepat waktu. >Penghuni kontrakan jualan baju dan mantan pegawai kantoran. >Penghuni kontrakan jualan kue dan dititipkan ke warung-warung. >Penghuni kontrakan yang budegnya tidak tertolong lagi. >Penghuni kost-kostan hobi mainan burung. >Penghuni kost-kost an paling cepat bayar. >Penghuni kost-kost an si paling tukang ngutang dan nunggak beberapa bulan. >Penghuni kost-kost an paling pelit. >Dua Penghuni kost-kost an kerja malam.
Todos los derechos reservados
#11
kost-kostan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • Promise Me ( END )
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • Secret Life
  • Mr. Right For Now
  • My Boss My Husband
  • Boss and Secretary (Adult 21+)
  • Kost Delima Merah [97 Line]
  • My Crush My Husband (ON GOING)✨

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido