Story cover for Shine like yellow by yuuchocofe
Shine like yellow
  • WpView
    LECTURES 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
  • WpView
    LECTURES 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
En cours d'écriture, Publié initialement mars 08, 2024
Arini selalu mengerti. Arini selalu paham apa yang terjadi dengan dunianya. Masa lalu yang kelam membuat hatinya sulit terbuka, bahkan untuk sekedar berteman. Tapi hal itu bukan berarti dia tidak punya rasa kemanusiaan, dia gadis yang baik. Membenci manusia adalah caranya untuk melindungi dirinya sendiri, cara yang salah namun dia juga tidak salah. 

Memasuki usia remaja, ia bertemu dengan seorang laki-laki seumuran. Arini yang hanya bermaksud menolongnya malah berakhir berteman dengannya, jauh dengan perkiraannya sendiri. Tapi siapa sangka, kisah yang sama dibagikan oleh pemuda itu dalam bentuk lain. 

Akankah sudut pandang dunia dari kacamata Arini berubah?

"Hidup itu memang sulit dan sakit Arin, banyak hal silih berganti menyakiti. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menikmati hidup. Kamu mau tau bagaimana caraku menikmati hidup yang sakit ini?"

©yuuchocofe
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Shine like yellow à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
When the Rain Stops Following Me, écrit par rhapsody_Kirishima
75 chapitres Terminé
Apa yang kalian pikirkan kala ada sebuah kebahagiaan bersama kedua orang yang paling kau sayangi menjadi terganggu? Mungkinkah rasanya bak seperti hidup di dalam lingkaran musim hujan yang begitu panjang dan disertai petir yang hebat? Akari tak mengerti mengapa alur hidup yang selama ini dia rasakan baik baik saja, tiba tiba saja dirubah oleh sang ayah. Rasa kesal, sedih serta marah bak bercampur menjadi satu seolah pancarona yang membara. Bukan tanpa alasan sebenarnya, bagaimana mungkin taka da sama sekali permintaan ketersetujuan atas sebuah kehendak yang terlihat seperti sebuah ego orangtua yang dilampiaskan. Akari jelas masih bisa terima jika selama ini kehidupan keluarganya nyaris banyak yang miss. Tapi, gadis yang memiliki skill dalam melukis ini sama sekali tidak bisa terima jika suatu saat dia dilempar begitu saja ke sebuah tempat. Meninggalkan segala hal yang selama ini sudah begitu melekat bak memberinya selimuran dari dunia yang nampak tak selalu baik. Aoyama, Kenjiro, klub seni yang selama ini begitu menghangatkan hatinya dengan tanpa aba aba nya harus ia tinggalkan hanya karena ke ego an sisi lain manusia di rumahnya yang begitu megah. Akari benci sekali berada di situasi jika bukan dia sendiri menghendaki semua ini. Ingin rasanya ia berteriak, namun ke siapa? Orang mengatakan bahwa hidup harus terus berjalan walaupun masih penuh dengan badai mengitari? Akari jelas tak bisa menahan semua ini untuk tak terjadi, tapi setidaknya dia selalu berharap supaya suatu hari hujan berhenti mengikutinya. Warning!!!!!!! Jika kalian menemukan bahwa urutan dari cerita ini salah per tiap chapternya, mohon lihat saja angka nya. jujur sekali, aku sudah perbaiki urutan chapternya, tapi teetap saja berantakan. jadi misalnya gini, setelah chapter 42 dan kalian menemukan langsung chapter 52, segera cari urutannya dengan mencari Chapter 43. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya. P.s putar media video nya supaya feel nya lebih terasa kala membaca
Eliinaa, écrit par vfryfrljnvsnmtm
5 chapitres Terminé
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Life Script cover
AZAM : Satu Langit Dua Doa  cover
Imaginary Boyfriend cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
ASMARALOKA || Love or Reality?  cover
When the Rain Stops Following Me cover
Eliinaa cover
ALEAGAS [END] cover
As Time Allows cover

Life Script

18 chapitres En cours d'écriture

Kisah kehidupan itu seperti aliran sungai, terkadang arus sungai landai dan terkadang pula deras. Kisah kehidupan bukan hanya tentang bahagia seperti yang semua orang angan-angankan, hidup juga tentang sedih yang manusia tidak pernah duga. Uniknya lagi kisah kehidupan bisa lebih dari sekedar bahagia dan sedih, mungkin ada dendam, benci, takut, marah, kecewa, cinta, rindu, dan semburat emosi lain yang belum manusia ketahui satu-persatu. Bersama dengan kisah kehidupan ini kalian akan melihat bagaimana keluarga ini mengalami semua semburat emosi dalam kehidupan.