Coretan Vania

Coretan Vania

  • WpView
    LETTURE 8
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mar 9, 2024
Jari-jari yang lentik nan lihai tergerak-gerak di atas sebuah kertas. Garis demi garis saling menyatu membentuk sebuah coretan yang indah. Lukisan yang indah terlihat di sebuah kertas. Vania Afika Firantia, gadis yang menyembunyikan semua lukanya, memendam lukanya sendiri lalu melampiaskan semua isi hatinya kedalam sebuah lukisan. Menggambar sudah menjadi hobinya, karena dengan itu ia melampiaskan isi hatinya. Sosok ibu yang ia nanti-nanti kepulangannya yang sudah bertahun-tahun meninggalkannya, menjadikan sebuah kerinduan yang mendalam baginya. Sosok ibu juga sangat penting baginya, tanpanya dunia seperti mati rasa seketika. Rasa kesepian selalu menyelimutinya, meskipun adanya sosok ayah dan abang tetapi sosok sang ibu tak pernah bisa tergantikan. Hingga datang seorang Alvano Derandryan, sahabat dari kakaknya yang tidak sengaja dekat dengannya. Berkali-kali berurusan dengan Vano menimbulkan percikan-percikan asmara di antara keduanya. Vania jatuh dalam gejolak cinta tersebut dan Vano juga berhasil menyembuhkan luka Vania perlahan-lahan. Namun, semuanya tidak berjalan dengan mulus. Membutuhkan tumpahan air mata untuk menghadapi segala cobaan dalam hubungan mereka. Akankah mereka sanggung dan bisa bertahan dengan semua cobaan yang terus berdatangan tersebut. ikuti terus kisah mereka yuu... copyright by ina
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • DANADYAKSA
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • SLOWLY
  • BULAN [END]
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Arsyilazka
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Regret always comes later
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti