GHALI (HOLD)

GHALI (HOLD)

  • WpView
    GELESEN 820,371
  • WpVote
    Stimmen 57,048
  • WpPart
    Teile 32
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Apr. 5, 2025
Ghali pemalu dan kurang interaksi dengan dunia luar. Dia anak tunggal dan hanya hidup bersama bundanya, karena ayahnya telah tiada. Nasib malang menimpa Ghali yang berniat menolong sahabatnya justru merenggut nyawanya. ~ Jerio Killian Damaston, putra bungsu keluarga Damaston yang terpandang. Dia anak yang pembangkangan hingga membuatnya tak begitu diperhatikan oleh Daddy dan keempat kakaknya. Kematian sang bunda yang membuat Jerio atau yang lebih suka dipanggil "Rio" itu tumbuh menjadi berandalan kecil. Duka kematian sang bunda hanya dirasakan oleh Rio. Daddy dan keempat kakak Rio seakan tak peduli dengan kematian wanita itu. Karena itulah Rio membenci mereka semua. ~ "Menarik. Tatapan ketakutan dan kepasrahan itu seperti candu yang tak akan hilang." "Teruslah seperti ini, kucing manis."
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • transmigrasi bungsu menjadi sulung
  • Lara di hati Rain (𝐓𝐄𝐑𝐁𝐈𝐓)
  • Sakit 'Jiwa' (End)
  • Rezalio world
  • Sejuta Luka Giel
  • RASKAL ✔
  • Adelio
  • Kafka

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien