My beloved son

My beloved son

  • WpView
    Reads 841,251
  • WpVote
    Votes 52,340
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadMatureComplete Mon, May 12, 2025
xena menatap ke pria yang duduk diatas singgasana megah, pria berambut perak keemasan dengan mata biru sedingin es, aura dinginnya dibarengi dengan ketampanan dan tatapan setajam pedang, penguasa galaxy red eyes dan.. ayah kandungnya xena mencengkram bajunya, berusaha untuk tidak gemetar, dia hanyalah anak tidak penting dari selir rendahan, seorang omega yang bahkan tidak memiliki kekuatan, dikehidupan ini dia dan ayahnya belum mengenal secara dekat. xena tidak mau lagi menderita karena cinta terlarang seperti dikehidupan sebelumnya, menderita akibat kecemburuan gila, berusaha begitu keras sampai pada akhirnya dia mati karena ayahnya tidak mempercayainya, kematian menyadarkannya bahwa ayahnya tidak akan pernah memandangnya melebihi anak seorang selir. "Yang mulia, saya memohon izin untuk tinggal diluar istana" membutuhkan ijin kaisar untuk pangeran bisa tinggal sendirian diluar istana, dia akan pergi ke luar istana, tidak akan pernah kembali, dia akan menghilang. anak yang tidak penting ini akan menghilang. "tentu saja kamu sudah besar dan harus tinggal terpisah dari ibumu, baiklah, mulai besok kamu akan tinggal bersamaku" xena membeku, apakah dia salah mendengar?!, dia mendongakkan wajahnya, melihat tatapan lembut ayahnya. "kenapa" tubuhnya melunak saat feromon ayahnya mengelilinginya dan mencoba mendobrak feromonnya untuk bersatu dengannya. kenapa kehidupan ini berbeda ......... INCESS BOYLOVE ABO OMEGAVERS ERA ANTARBINTANG CLAUD (GONG) X XENA (SHOU)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • (END) Running For You [boyxboy]
  • The Underworld
  • [END] Be Your Exclusive Omega
  • SHIZUN
  • lost them

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines