Aku dan Luka ku

Aku dan Luka ku

  • WpView
    MGA BUMASA 195
  • WpVote
    Mga Boto 15
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Mar 12, 2024
Ditengah riuhnya kebisingan, ricaunya kegaduhan, dan riangnya tawa yang beradu sapa, disini aku hanya memeluk diriku sendiri didalam kesunyian nan gelap. Semelir angin menyeruak, mengisi ruangan ini dengan sedikit nakalnya menyibakkan rambutku hingga terurai kebelakang, menggodaku agar jangan terlalu nyaman dengan keheningan yang bahkan aku tidak tahu jika aku sudah terjebak disana. Banyak hal berputar di kepala-ku, seolah-olah mereka sedang menari disana. Tak sampai disitu, diriku pun seakan mendukung pikiranku hingga lengan kanan ku terulur untuk memegang dan memukul dada ku sendiri. Terlalu menyesakkan. 🌷🌷 "Orang percaya dengan apa yang mereka ingin percaya, bukan dengan apa yang mereka lihat. Jadi teruslah berbuat baik sekalipun kamu tidak diperlakukan dengan baik." - Alexa - ⚠️ DON'T COPY PASTE MY STORY⚠️
All Rights Reserved
#619
adult
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Diary Zofanya
  • Memorable
  • 00.00
  • Bersamamu
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • BINA
  • Let Me Love You Longer
  • FIZYA
  • RadenRatih
  • SOLITUDES

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman