SEA
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 12, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, lautan pernah menjadi tempat ter-favorite Seana. Seana adalah gadis tunanetra, Seana tak bisa melihat namun bisa merasa. Seana adalah gadis yang ceria, gadis yang sangat disayangi oleh semua orang. Hingga suatu hari, semua itu berubah, semua menjadi tak terkendali, mereka menjauhi Seana, mereka membenci Seana, mereka mendorong Seana untuk menjauh, dan mereka membuat Seana berdiri sendiri dengan kedua kaki mungilnya disaat umur Seana baru menginjak usia 13 tahun. Mereka semua meninggalkan Seana. "Padahal, kalian semua adalah pelaku. Tapi, mengapa kalian bertingkah seperti korban yang tersakiti?" Ujar Seana lirih. "Sikap kalian yang perlahan-lahan mengubah pandangan mereka, yang awalnya menatap kalian sebagai pelaku, kini beralih menatap kalian sebagai korban, dan akulah yang menjadi pelakunya,"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sherlyta
  • Benalu [Terbit]
  • WISHES.
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • Narasi patah hati
  • Aletta Inara [SUDAH TERBIT]
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • Laut menyimpan rahasia ibu
Sherlyta

Menunggu, sudah Sherlyta lakukan selama sepuluh tahun ini. Tak ada lelah meski kabar berita sekalipun tidak pernah mampir ke telinganya. Bosan kerap terjadi tapi keyakinan dia kembali membangkitkan semangatnya lagi. Hingga dimana hari itu tiba, dia kembali, namun sayangnya bersama kenyataan pahit yang terpaksa harus Sherlyta terima dimana sang cinta pertama datang bukan untuk memenuhi janji, melainkan memberi kabar bahagia yang terasa menyakitkan untuknya. Kehancuran itu Sherlyta rasakan dengan dua kabar menyakitkan yang mau tak mau harus dirinya terima. Menyiksa hati dan perasaan yang pada akhirnya keadaan memaksanya untuk egois, menyakiti dan mengecewakan semua orang demi mewujudkan kebahagiaan dirinya sendiri yang telah lama di dambakan. Meski sementara, setidaknya Sherlyta tidak merasa sia-sia walau harus rela di benci sedemikian rupa. Selalu ada keegoisan di setiap keinginan dan selalu ada alasan di setiap tindakan. Dan Sherlyta berharap ketika tiba saatnya nanti semua akan paham mengapa dirinya memilih jalan yang menghancurkan banyak orang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines