AMERTA
  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 3, 2024
Kehilangan mengajarkan seseorang bagaimana caranya mengikhlaskan dan berlapang dada menerima takdir Tuhan. Sekeras apapun hujan, tidak akan bisa menghidupkan kembali pohon yang sudah mati (Sandyakala Hira Maisadipta) Tetapi tetesan hujan mampu mengikis kerasnya batu (Danadyakasa Nalendra)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Sound Of Silence
  • DELAPAN SEMESTA
  • Narasi patah hati
  • DETAK
  • Why You Have To
  • Stendhal Syndrome: Love Your Smile
  • BASTARD prince (Paxton seri 1)

"Dan ketika denting lonceng memecah kesunyian, saat itulah raga kami dibangkitkan. Jiwaku yang membara, takdirku yang berbeda jauh dengannya disatukan dalam nasib dunia nyata. Dia tetaplah berbeda, lalu dalam beda itu kami berjumpa." "Dia yang rela membakar musim hanya untuk membuat hujan menyampaikan rindunya pada lautan. Lalu ketika kesunyian itu datang, jiwa-jiwa kembali dan aku terpejam, tapi tidak rasaku, yang kekal, abadi dalam suara kesunyian." Ini tentang cinta, tentang dua dunia yang bertemu dalam satu takdir yang sama. **semua muatan dalam cerita ini adalah fiksi, tidak berkaitan fakta sebenarnya. Semua hanya fantasy penulis yang didasarkan pada mitos. Harap bijak dalam membaca dan tidak disarankan untuk dibaca usia dibawah 18 tahun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines