Mari Melangkah Bersama

Mari Melangkah Bersama

  • WpView
    Membaca 146
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 22, 2024
Andini Puspa Rahayu memiliki trust issue tentang laki-laki. Tetapi ibunya begitu mendamba melihatnya berdiri di pelaminan bersama calon imamnya. Sedangkan, Azlan Al Qoddafi sangat antipati terhadap orangtua. Namun, ia malah jatuh hati pada Andin yang begitu menghormati ibunya. "Mbak, jadi istri gue ya!" "Kamu bisa baca Alfatihah?" Serial khusus bulan Ramadhan. Doakan bisa Istiqomah. Amin.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
semar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • it's impossible for me to love you
  • AL- FAREZEL : POSSESIF MINE [TAMAT]
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]
  • Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
  • Ikhtiar Cinta {END}
  • Imamku Seorang Muadzin
  • AZALEA
  • SECRET ADMIRE [revisi]
  • Ramadhan Selalu Bersamamu

Budayakan follow sebelum baca 😁 Sequel Assalamu'alaikum Paris Bagaimana jika dengan sebuah novel bisa mengubah takdir seseorang? Shoikhu sepertinya menaruh dendam dengan tantangan bundanya tentang membawa seorang gadis atau calon istri dalam kurun waktu 30 hari. Hingga ia menerapkan hal itu pada putra sulungnya. "Abang , Papa punya tantangan selama kamu kuliah di sana.Papa tantang Abang! Kalau Abang bisa menuhin tantangan Papa. Apapun keinginan Abang Papa penuhin. " Ucap Shoikhu. El mengernyit. "Jangan nyesel ya. Laki gak boleh tarik kata-katanya. " Jawab El. Shoikhu mengangguk. "Bawa calon istri Abang dalam waktu 30 hari. " Ucapnya Shoikhu membuat El terbelalak kaget. "HA? CALON ISTRI? " ~~~ "Lo jadi calon istri gue! Mulai detik ini kita pacaran! " Ucap El pada seorang gadis. Gadis berkerudung itu langsung memukulnya menggunakan buku tebal yang dibaca sang gadis. "Orang gila tu di rumah sakit bukan kampus! " Sarkasnya. El memegang pipinya yang ditampar kasar. Gadis itu langsung pergi dari perpustakaan Universitas Pradipta. "Gue lamar bulan depan! " Pekik El pada gadis itu. "BODOAMAT! " A/N : CERITA INI BELUM DI REVISI.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan