Alistair Arkatama

Alistair Arkatama

  • WpView
    Reads 1,423
  • WpVote
    Votes 442
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 23, 2024
Lia tumbuh dalam sunyi yang tidak pernah benar-benar terlihat. Ia belajar sejak kecil bahwa berbicara dan diam sering kali menghasilkan hal yang sama: tidak didengar. Kata-katanya berakhir sebagai gema yang hilang di antara kesibukan orang lain, sementara perasaannya perlahan terkubur oleh harapan dan penilaian yang tidak pernah ia minta. Kehilangan ayah menjadi luka pertama yang mengubah cara Lia memandang dunia. Sosok yang pernah menjadi tempat pulang itu hilang terlalu cepat, meninggalkan ruang kosong yang tak pernah benar-benar terisi. Sejak saat itu, ia berjalan dengan hati yang setengah tertinggal di masa lalu, membawa rindu yang tidak memiliki tujuan dan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban. Di tengah keluarganya sendiri, Lia sering merasa seperti orang asing yang kebetulan memiliki nama yang sama dalam sebuah silsilah. Ia hadir, tetapi keberadaannya jarang benar-benar dirasakan. Ia berusaha menjadi cukup baik untuk diterima, cukup kuat untuk dibanggakan, dan cukup sabar untuk dipahami. Namun semakin keras ia mencoba, semakin ia merasa bahwa dirinya hanyalah bayangan yang mudah dilupakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THANK YOU MAHESA
  • My Bricks
  • Your Gravity
  • Not A Simple Love (TELAH TERBIT)
  • The CEO I Once Loved [ SELESAI ]
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • The Sky Before Secrets
  • When Mr. Bossy Falling In Love

Lili tidak pernah menyangka bahwa kepindahannya ke Blitar akan mengubah hidupnya selamanya. Malam pertama di rumah barunya, sebuah kejadian aneh terjadi-sebuah buku jatuh dari meja belajarnya tanpa sebab yang jelas. Dari kegelapan, muncul sosok pria tampan dengan tatapan teduh yang memperkenalkan dirinya sebagai Mahesa. Bukan manusia, bukan pula makhluk biasa, Mahesa adalah penjaga yang selalu berada di sisinya, melindunginya dari bahaya yang tak kasat mata. Seiring berjalannya waktu, Lili mulai terbiasa dengan kehadiran Mahesa. Mereka berbagi cerita, tawa, dan kebersamaan yang tak tergantikan. Mahesa bukan hanya pelindung, tetapi juga sahabat dan sosok yang mengisi ruang kosong dalam hati Lili. Namun, seindah apa pun kebersamaan mereka, Mahesa hanyalah makhluk dari dunia lain yang tak bisa selamanya berada di sisinya. Ketika Lili mulai menyadari perasaannya, Mahesa harus pergi. Dia percaya bahwa Atya, seorang teman dekat Lili di dunia nyata, adalah sosok yang lebih pantas untuk melindunginya. Perpisahan yang tak terhindarkan ini menghancurkan hati Lili, namun Mahesa telah memastikan bahwa ada seseorang yang akan selalu ada untuknya. Dengan air mata yang jatuh di tepi pantai, Lili mengucapkan selamat tinggal pada Mahesa, menyadari bahwa Cinta Sejati Tak Selalu Harus Memiliki. ~25.01.29

More details
WpActionLinkContent Guidelines