Naraya || on-going>REVISI

Naraya || on-going>REVISI

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 10, 2024
Mimpi adalah harapan. Harapan adalah Naraya Sebagian orang atau mungkin semua orang memiliki harapan dan mimpi yang di gantung untuk menjadi kenyataan. Impian yang membakar semangat untuk terus melengkah kedepan. Sebuah angan belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk tetap turus melangkah. "Kenapa? Kenapa orang orang terlalu berpikiran sempit dan memaksakan egonya?"- Tapi apakah kita akan berhanti melangkah jika ekspektasi yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan kita? Berkali kali mencoba untuk tidak menyerah tapi keadaan selalu membuat kita patah, berkali kali juga kita mencoba untuk tetap semangat namun secara bersamaan kita teringat luka yang telah melekat hingga bingung harus berbuat apa. ••• Rank #15 naraya note: ini fabel pertama ku, jika kiranya ada banyak kesalahan mulai dari tanda baca, kata yang kurang nyambung, typo, dll kalian bisa tandai. nanti ku revisi, terima kasih.
All Rights Reserved
#49
naraya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost, Always
  • Anggala's Little Hope
  • Poison Of Love
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Paper Hearts
  • Promise
  • RadenRatih
  • BarraKilla

Nara pernah percaya bahwa waktu bisa menyembuhkan segalanya. Bahwa dengan pergi, dengan membangun hidup baru di Shanghai, ia bisa melupakan luka yang pernah ia tinggalkan di Tanah Air saat dia kembali. Tapi kepulangan Nara ternyata mengundang kejutan. Kejutan yang membawa lebih dari sekadar nostalgia, ia membawa pertanyaan dan membawa pernyataan yang selama ini dihindari. Raya tak pernah menyangka, keputusannya untuk pindah kerja membawanya pada orang yang dulu pernah sangat dikenalnya. His white moonlight, his first ever love. Di antara kenangan lama, kesalahan yang tidak bisa diubah, dan harapan yang masih tersisa, mereka akhirnya harus bertanya pada diri mereka sendiri: masih adakah tempat bagi mereka untuk memulai lagi? Mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan. Raya kehilangan Nara karena pilihannya sendiri. Nara kehilangan Raya karena kesalahannya sendiri. Dan ketika mereka kembali bertemu, tidak ada yang benar-benar siap untuk menghadapi kebenaran yang tersisa. - cerita ini juga diposting di KaryaKarsa di akun @vanilawrites

More details
WpActionLinkContent Guidelines