Reality Of Destiny

Reality Of Destiny

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 13, 2025
Bukan takdir yang jahat, tapi kita yang lemah, lemah menghadapi takdir. Daisy Albertina Wijaya, yang memiliki rambut sebahu dan bulu mata yang lentik. Ia memiliki penyakit jantung bawaan dari lahir. Karena keterbatasannya ia harus melakukan temo terapi setiap minggunya. Bagaskara Ivander, laki laki yang memiliki postur tubuh yang tinggi dan rupa nya yang menawan. Ia memiliki dia kronis gagal ginjal stadium 3 pada umurnya yang menginjak kelas 2 SMP. Tapi ia tetap semangat dan melakukan cuci darah setiap bulannya. Mereka berdua dipertemukan oleh takdir namun takdir memisahkan mereka berdua. Takdir yang menyatukan, tapi takdir juga yang memisahkan. Apakah cinta mereka akan terbalaskan? Atau malah bertepuk sebelah tangan? Apakah mereka berdua dapat bersatu? Atau malah bertemu dengan maut? Penasaran ya? Yuk baca Reality Of Destiny!!!
All Rights Reserved
#259
penyakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Imamku
  • I'am Not ALONE || TERBIT ✅
  • I'm Okay
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Jadi Baby?! [Lengkap]
  • Tersisihkan ✓
  • Posesif Brother [Tamat]
  • ADARA [End]
  • Neyralgis||On Going
  • Bintang [Park Jisung]✓ END

Dear Imamku Aku wanita biasa yang tengah berjuang mencintaimu dengan cara yang luar biasa. Ketika akad terucap, dan saat itu pula kuputuskan untuk melabuhkan cintaku padamu. Besar harapanku kita bisa bersama membangun mahligai rumah tangga menuju Syurga-Nya. Bersama-sama menuju dermaga mengendalikan bahtera dan kau sebagai Nahkoda; penuh canda tawa bahagia bersama anak-anak kita. Namun, ketika angan melambung jauh menuju langit, terpaan angin topan disertai badai menghancurkan sebuah angan-angan yang penuh kebahagiaan. Adriana Herland Fathina Satu nama yang ternyata sudah lama mengisi ruang hatimu. Bahteranya akan mengajakmu menjadi nahkoda menuju dermaga. Terima kasih sudah mengizinkanku untuk sekadar singgah di bahteramu. Selamat menempuh perjalanan menuju dermaga bersama kelasi yang menurutmu mampu membantu. "Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga, walau bahagiamu tidak bersamaku." -Azkira Tazkia Haura

More details
WpActionLinkContent Guidelines