Takdir Dengan Segala Laranya

Takdir Dengan Segala Laranya

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 12, 2024
Deisyfa Hanania adalah nama dari gadis itu, karna namanya memang aga berbelit-belit untuk diucapkan jadi orang-orang disekitarnya sering memanggilnya Dedes. Deisyfa lahir di kota Bandung, Dedes seorang anak tunggal, satu-satunya dari Bapa Jefri dan Mama Riana. Sewaktu kecil dia anak yang periang, Sangat ceria, Bawelnya minta ampun, dulu ia bahkan bisa mengucapkan ribuan kata dalam sehari, bahkan jika ada orang yang melewati rumahnya, pasti akan ia sapa. Sayangnya, karakter itu hanya bertahan sampai usianya menginjak 5 tahun dimana saat usia itu, kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Namun hal yang membuat karakternya mati adalah kekacauan dan ketidaknyamanan di rumah. Kini karakter itu tergantikan dengan Deisyfa yang pendiam, murung, tak banyak bicara, bahkan mungkin terkadang ada hari dimana dia tidak berbicara sama sekali dalam 24 jam, tak pernah ada orang yang melihatnya tersenyum lagi seperti saat usianya kecil dulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menunggu senjaku datang[pembaruan]
  • ALXERO
  • Alsea
  • SHERINA (END)
  • Sweet Lies
  • Ataxaria [ completed]
  • ALFHALETT
  • Caramu mencintaiku.

*Ada beberapa bab yang isinya real terjadi di kehidupan aku, dan ada beberapa tokoh yang real. viana Olivia seorang gadis yang selalu di juluki sebagian anak pembawa sial, ia selalu di perlakukan kasar oleh ayah kandungnya hingga viana kabur dan menemukan orang tua barunya namun kehidupannya tidak menjadi baik-baik saja setelah menemukan orang tua barunya. kehadirannya tidak di Terima baik oleh nenek dari keluarga barunya, viana juga harus berobat jalan ke psikiater karena penyakit mental yang ia alami bukan hanya itu viana juga penderita bronkitis. Ketika penyakit mentalnya kambuh tidak ada satu pun orang yang bisa menenangkannya kecuali satu teman lalaki masa kecilnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines